'Barang siapa yang berbuat baik dan benar di tanah Papua dan Ambon akan diberkati oleh Tuhan. Bukan cuma untuk dirinya sendiri tapi hingga keturunannya'. Pepatah tersebut menjadi keyakinan warga Papua dalam menjalani hidup yang lebih baik.
Pepatah itu pun sangat dirasakan oleh mantan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Papua dan Maluku, Singal Sihombing saat bertugas di wilayah ujung Indonesia tersebut.
Bagaimana tidak, Sihombing yang pada masa bertugas di Jakarta sering mengalami rasa sakit di tubuhnya, ketika dimutasi ke tanah Papua dan berbakti pada pembangunan Papua, mengalami perubahan kondisi fisik yang cukup besar.
"Ini keyakinan mereka untuk melakukan dengan benar dan baik. Seperti saya sendiri. Saya contohkan bahwa saya pernah sakit waktu di Jakarta dulu. Setelah masuk di daerah Papua dan Maluku, saya tidak pernah sakit. Itu karena saya berbuat untuk Papua dan Maluku dan saya diberkati Tuhan. Itu keyakinan saya yang saya bagikan kepada teman-teman," cerita Sihombing.
Pengalaman yang dirasakan Sihombing ini pun ia upayakan menjadi bahasa motivasi untuk para pegawai pajak di Papua. Pada saat itu, banyak cerita pahit yang dialami para pegawai. Apalagi daerahnya yang berada di Timur Indonesia. Banyak kekhawatiran yang dirasakan para pegawai. Bahkan bisa dikatakan ada rasa frustasi yang menghinggapi sejumlah pegawai.
"Kalau datang dari Jawa kalau tidak promosi, tentu banyak yang kena hukuman pada umumnya. Jadi mereka itu sebetulnya ada rasa frustasi bahwa mereka dibuang jauh ke wilayah Timur dan mereka tidak tahu kapan akan kembali ke wilayahnya karena pada umumnya mereka berasal dari Jawa," ungkapnya.
Hingga akhirnya, rekan-rekan Sihombing menerapkan keyakinan yang sama. Bahwa tidak akan ada lagi kondisi stagnan di kantor pajak Papua. Tahun demi tahun pun, para pegawai pajak berusaha meningkatkan produktivitas kerjanya.
"Teman-teman di sana melakukannya. Kita akan melakukan yang terbaik, tidak pernah akan stagnan, pasti lebih baik. Tahun ini lebih baik dari kemarin, tahun depan lebih baik dari tahun ini kalau kita bekerja dengan baik. Itu yang mereka pegang," ujarnya.
Saat Sihombing bertugas di tahun pertama pada Kanwil Papua dan Maluku, target penerimaan negara masih belum tercapai. Begitu juga di tahun kedua. Namun demikian, arah kemajuan perlahan-lahan terlihat pada tahun 2011, tim Papua berhasil menjadi peringkat ke delapan penerimaan negara sektor pajak.
"Kami masuk, tahun 2012 tercapainya penerimaannya. Hampir 3 tahun setelah kita rencanakan dari awal terjadi perbaikan-perbaikan dan penerimaan bisa tercapai pada tahun 2012," tandasnya.