Meski keputusan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2014 di umumkan besok, tapi Gubernur Jawa Timur Soekarwo sudah memastikan bila angka UMK di wilayah ring satu tidak boleh lebih besar dari Kota Surabaya, yakni Rp 2,2 juta.Sementara untuk daerah-daerah di luar ring satu yang nilai UMK-nya di bawah Rp 1 juta, akan dikatrol hingga mencapai angka tersebut (Rp 1 juta). Hal itu dikatakan Soekarwo usai bertemu dengan Apindo Jawa Timur, Dewan Pengupahan Provinsi dan bupati/wali kota se-Jawa Timur di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (20/11)."Saya sudah mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota. Dan dari usulan UMK tahun 2014, ada enam daerah mengusulkan UMK Rp 900 ribu. Angka ini tidak relevan, sehingga harus dikatrol ke angka Rp 1 juta," kata Soekarwo.Dengan demikian, Soekarwo memastikan tidak ada satu pun daerah di Jawa Timur pada 2014 nanti memiliki nilai UMK di bawah Rp 1 juta. "Semua sudah sepakat, tinggal besok (21/11) kita akan menetapkan angka-angka itu," ujarnya.Selain itu, dari usulan UMK yang disodorkan lima wilayah di ring satu, Pak De Karwo juga menegaskan, tidak satu pun daerah yang nilai UMK-nya melebihi angka yang ditetapkan di Kota Surabaya, yaitu Rp 2,2 juta. "Yang pasti, UMK Surabaya akan dijaga sehingga menjadi UMK dengan nilai tertinggi di Jawa Timur," tuturnya.Seperti diketahui, usulan UMK 2014 yang diusulkan para buruh di wilayah ring satu, dinilai tidak realistis. Dari lima wilayah itu, Surabaya yang notabenenya ibu kota provinsi berada di urutan lima terendah.Perinciannya, Kabupaten Mojokerto Rp 2.426.000, disusul Gresik Rp 2.376.918, Kabupaten Sidoarjo Rp 2.348.000, Kabupaten Pasuruan Rp 2.311.689, dan Surabaya yang notabenenya sebagai ibu kota provinsi mengusulkan Rp 2,2 juta.Dan kepastian angka itu akan ditetapkan pada 21 November besok. Penetapan akan dilakukan setelah Dewa Pengupahan Provinsi Jawa Timur mengundang beberapa akademisi untuk menghitung kebutuhan dan kepantasan angka UMK di seluruh daerah di Jawa Timur.
Soekarwo: UMK daerah tak boleh melebihi UMK Kota Surabaya
"Yang pasti, UMK Surabaya akan dijaga sehingga menjadi UMK dengan nilai tertinggi di Jawa Timur," ujar Soekarwo.
Rekomendasi