Buka festival jamu internasional, Ganjar dan istri ‘ngerock’

Ganjar melantunkan tembang Bohemian Rhapsody, sementara istrinya, Atikoh, menyanyikan lagu Making Love.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Buka festival jamu internasional, Ganjar dan istri ‘ngerock’
Ganjar Pranowo. ©2012 Merdeka.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali melakukan aksi unik. Kali ini, Ganjar beserta istri, Siti Atikoh, melantunkan lagu cadas saat membuka acara Festival Internasional Herbal dan Kuliner di halaman Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/9).Diiringi oleh kelompok musik The Rock Stars, Ganjar lantas mendendangkan sebuah lagu dari kelompok musik rock legendaris Queen berjudul Bohemian Rhapsody. Aksi Ganjar itu dilakukan setelah salah satu vokalis grup rock memanggilnya untuk menyumbangkan suaranya di panggung."Kami persilakan dan mohon agar bapak Gubernur kita yang sudah terkenal dengan slogan The Rockin Governor supaya naik ke atas panggung," kata sang vokalis.Ganjar langsung menyambut ajakan itu, lantas naik panggung dan menyanyikan lagu favoritnya itu. Padahal, waktu itu dia sedang mengenakan kemeja batik lengan panjang bercorak bunga warna hijau dan kuning. Tak lama kemudian, giliran Atikoh menyanyikan sebuah tembang milik grup musik rock balada asal Australia, Air Supply, berjudul Making Love. Meski mengenakan busana muslim berwarna cokelat, Atikoh tampak menikmati bernyanyi lagu lawas itu.Selain dimeriahkan Ganjar dan istrinya, acara pembukaan juga diramaikan aksi penari senior, Didik Nini Thowok. Dia menampilkan tarian Jampi, dengan lenggak-lenggok dengan luwes di atas panggung. Didik juga sempat memberikan segelas jamu untuk diseduh dan diminum Ganjar beserta istri.Usai mengikuti acara pembukaan festival internasional jamu, Ganjar dan istri didampingi para pejabat Pemprov Jateng mengunjungi beberapa kios pameran. Stand pameran ini diikuti oleh 28 kabupaten/kota dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.Selain itu, sebanyak 12 negara mengikuti kegiatan pameran jamu dan kuliner itu. Negara itu antara lain Polandia, Republik Ceko, China, Spanyol, Austria, Rumania dan Jerman. Perwakilan 15 negara juga hadir sebagai pengunjung."Kita akan dorong industri ini. Apalagi dunia sudah gunakan herbal untuk obat alternatif. Rantai bisnis harus diperkuat. Kita berharap petani-petani rempah-rempah bisa dihubungkan dengan pengusaha jamu pabrikan. Sebab, hubungan ini masih terkendala pedagang ke pabrikan. Harga tidak cocok akhirnya mengimpor dari India. Maka harus dijalin hubungan antara petani dan pabrik besar," ujar Ganjar. Saat ini, lanjut Ganjar, sudah ada upaya ekspor dan jamu untuk ke pasar luar negeri. Bahkan, tidak sedikit beberapa jamu dan herbal dari Indonesia yang hanya khusus dipasarkan ke luar negeri."Go Internasional sudah dimulai dan banyak pabrik jamu besar yang jual ke Eropa, dan tidak saja di sini. Kadang mereka membuat gradasi produk yang punya market (pasar) sendiri. Lebih menarik, herbal kita dorong sebagai obat alternatif alami dan dibudayakan," lanjut Ganjar.

Rekomendasi