Nama politikus Gerindra, Desmond J Mahesa, disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi simulator SIM di Pengadilan Tipikor Jakarta. Saksi AKBP Teddy Rusmawan menyebut Desmond ikut hadir saat penyerahan sejumlah uang yang diduga suap di dalam empat kardus.
Menanggapi kesaksian Teddy itu, Desmond tampak santai. "He-he. Kacau tu orang (Teddy)," kata Desmond lewat pesan BlackBerry Messenger kepada merdeka.com, Selasa (28/5).
Ditanya apakah dia ikut menerima duit itu, Desmond tidak menjawab tegas. "Tanya aja KPK," ujar mantan aktivis mahasiswa korban penculikan 1998 ini.
Desmond juga mengaku tidak tahu menahu soal penyerahan empat kardus berisi duit yang diduga suap itu. "Cuma ikut makan ha-ha," kata Desmond tentang pertemuan tersebut.
Sebelumnya, dalam persidangan, Teddy mengaku mengantarkan langsung uang itu dan diterima oleh Nazaruddin. Teddy mengaku tidak mengetahui berapa jumlah uang itu, namun dirinya memastikan uang tersebut berada di dalam empat kardus.
"Saya tidak tahu pasti, tapi jumlah kardusnya aja. Empat kardus," ujar Teddy dalam persidangan dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo.
Menurut Teddy, uang itu bukan diperuntukkan untuk Nazaruddin seorang. "Nazaruddin yang perwakilan menerimanya. Kumpul di Nazaruddin," ujarnya.
"Ketuanya Nazaruddin, anggotanya saya enggak tahu, yang tapi hadir bukan Nazar saja, ada, Nazar, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, ada Desmon, ada Pak Herman," paparnya.
Diketahui pemberian itu diduga berkaitan dengan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang disetorkan ke negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan di Polri. Bambang dkk ini telah beberapa kali diperiksa KPK dan mereka membantah menerima aliran dana itu.