SBY: Evakuasi korban tambang Chile tak bisa diterapkan Freeport

Pada peristiwa Chile para pekerjanya dapat selamat karena terperangkap di dalam ruang kosong.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
SBY: Evakuasi korban tambang Chile tak bisa diterapkan Freeport
Presiden SBY di pembukaan CISM. ©Rumgapres/abror rizki

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dapat banyak masukan mengenai cara penyelamatan korban tanah longsor di PT Freeport, Tembagapura, Papua. Salah satunya mengikuti cara pemerintah Chile saat melakukan berupaya mengevakuasi pekerja tambang beberapa tahun lalu.Menurut SBY, masukan itu tidak dapat dilakukan tim penyelamat yang saat ini berada di lapangan. Sebab, pada peristiwa Chile para pekerjanya dapat selamat karena terperangkap di dalam ruang kosong."Kalau di Chile dulu ada sejumlah karyawan tambang berada di ruangan, terperangkap. Artinya ada elemen lain yang menutup sehingga tidak bisa keluar. Tapi mereka masih hidup, bisa komunikasi, masih ada logistik. Maka dilakukan upaya penyelamatan dengan teknologi," ungkap SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5).Sementara itu, longsor di PT Freeport terjadi saat 38 pekerja sedang mengikuti pelatihan keselamatan. Secara tiba-tiba atap tempat mereka mengikuti latihan abruk. Dengan demikian, upaya penyelamatannya pun berbeda."Pelatihan hari pertama 40 orang, hari kedua diketahui ada 38 orang. Atap tempat di mana mereka berada runtuh jatuh, langsung menimpa mereka-mereka yang sedang melaksanakan pelatihan. Sekali lagi berbeda dengan terperangkap di sebuah ruangan," jelasnya.Untuk memaksimalkan seluruh upaya penyelamatan, SBY mengaku telah berbincang dengan General Manajer Tambang PT Freeport yang juga mengepalai Tim Penyelamat, Nurhadi Sabirin. Dalam pembicaraan itu, SBY meminta TNI dan Polri memberikan bantuan dalam menyelamatkan para korban."Tapi memang saat-saat awal, bagian atau satuan dari freeport yang tangani yang mengerti duduk persoalannya, dan elemen-elemen yang ada di sana pada posisi membantu," ungkapnya.

Rekomendasi