Pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus membuat desain pendidikan berkualitas untuk menggantikan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Namun desain tersebut harus mengedepankan prinsip pemerataan. Pernyataan tersebut dikemukakan guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, M. Furqon Hidayatullah, di kantornya, Jumat (11/1)."Apa yang dilakukan pemerintah itu sebuah langkah bagus, tapi harus diterapkan untuk semua sekolah jangan eksklusif. Sebab, pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pendidikan untuk semua anak bangsa," katanya.Menurut Furqan, untuk tahap awal penerapan memang masih bisa dimaklumi jika baru diberlakukan di beberapa sekolah saja. Akan tetapi, hal itu sifatnya hanya sebagai percontohan sekaligus bahan evaluasi untuk perbaikan."Untuk tahap awal dimaklumi, tapi setelah berjalan baik, desain tersebut harus diberlakukan di semua sekolah. Jika tidak pemerintah justru mengulangi kembali sejarah RSBI, dan dampaknya tentu tidak baik bagi dunia pendidikan," pungkasnya.
Pengganti RSBI harus ke depankan pemerataan
Pemerintah harus membuat desain pendidikan berkualitas untuk menggantikan rintisan RSBI.
Advertisement
Rekomendasi