Sejumlah nenek berbaur dengan ratusan orang dari Aliansi Rakyat Jawa Barat (Aljabar) untuk memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional di depan Gedung Sate, Bandung.Dalam aksi damai yang dilakukan, mereka membawa para petani yang menjadi korban perampasan tanah oleh perusahaan besar yang selalu beralibi untuk pembangunan infrastruktur.Juru bicara Aljabar, Dewi Amelia, mengatakan kaum tani di Jabar saat ini hidup dalam ketidaknyamanan karena selalu dihadapkan dengan sengketa."Petani kita jauh dari kata sejahtera, kita selalu dihadapkan dengan perusahaan pemerintah dan swasta," ujarnya di sela aksi, Senin (10/12).Perusahaan besar menurutnya selalu melakukan upaya kriminalisasi terhadap kaum tani dan aktivis yang dinilai menghambatnya.Berkaca akan hal itu mereka menganggap masih rentannya rakyat Indonesia terhadap pelanggaran HAM."Hentikan kriminalisasi terhadap kaum tani, Hentikan diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum perempuan, Hentikan perampasan upah, tanah dan kerja," jelasnya.Selain aksi yang selalu menyudutkan kaum tani, mereka juga menuntut pelaksanaan reformasi agraria sejati sekarang juga. Indonesia sebagai negara agraris harus bisa memanfaatkan SDA yang ada.Aksi yang diikuti berbagai kalangan mengusung banyak poster. Seperti "Petani Bukan Perusuh, Pejuang sosial bukan kriminal, Bebaskan Momo dan Yana." Aksi ini mendapat pengawalan dari puluhan anggota kepolisian.
Nenek-nenek ikut demo Hari HAM Internasional di Gedung Sate
Mereka membawa para petani yang menjadi korban perampasan tanah oleh perusahaan besar.
Halaman Berikutnya
Program TPBIS Perpusnas Jangkau Jutaan Masyarakat, Ubah Cara Pandang Perpustakaan
Advertisement
Rekomendasi