Selain melakukan aksi bergandengan tangan membentuk barisan berjajar sepanjang kurang lebih 400 meter, ratusan warga Yogya yang tergabung dalam "Geruduk Yogya" juga berencana mengirim surat petisi. Petisi itu ditulis peserta dan berisi tuntutan sekitar 200 elemen untuk mendukung KPK.Rencananya, Senin (8/10) siang, surat yang berisi tiga tuntutan ini akan dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tuntutan pertama, menghentikan upaya kriminalisasi terhadap KPK, kedua tetap mendukung kinerja KPK dan ketiga meminta kepada Presiden SBY untuk tetap komitmen dalam pemberantasan korupsi."Surat Petisi ini sebagai cerminan masyarakat Yogya dari berbagai elemen mendukung penuh kinerja KPK dan menolak adanya upaya kriminalisasi KPK. Serta mempertanyakan dan meminta Presiden SBY untuk tetap komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," tegas Korlap Aksi Budhi Hermanto kepada merdeka.com disela-sela aksinya, Minggu (7/10) malam.Dari pantauan merdeka.com, selain dari elemen mahasiswa, seniman, komunitas blogger, twitter dan facebook. Aksi ini juga diikuti oleh belasan abdi dalem keraton dengan mengenakan pakaian khas Jawa. Selain itu, penggalangan surat petisi dilakukan dengan mengangkut kotak surat menggunakan kereta kuda atau delman.Satu persatu peserta menuliskan dan memasukan kertas dan dimasukan ke dalam kotak surat yang bertuliskan stiker "Save KPK". Usai memasukan surat petisi itu, ratusan masa kemudian melakukan long march sambil melakukan orasi dari Jl Mangkubumi menuju ke Kawasan Titik Nol atau tepatnya di depan Gedung Agung Yogya.Nampak pula putri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ikut berorasi. Dalam orasinya, Alisa Wahid menyatakan sampai kapan pun upaya mengkriminalisasikan lembaga anti korupsi KPK harus dilawan."Kita di sini harus tegas dan sampai kapanpun tetap menolak upaya kriminalisasi terhadap KPK. Juga tetap harus mendukung kinerja KPK. Sebab, sampai saat ini lembaga anti korupsi itu tetap diperlukan. Upaya polisi untuk mengkriminalisasi KPK harus kita lawan," ucap Alisa Wahid dalam orasinya. Selain berorasi, massa juga menempelkan stiker yang bertuliskan "Save KPK" di dada sebelah kiri aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi. Tindakan itu dilakukan sebagai simbol polisi Yogya ikut menunjukkan kepedulian dan aksi untuk mendukung kinerja KPK. Aksi diakhiri sekitar pukul 23.00 WIB dengan membaca doa.
Dukung KPK, putri Gus Dur ikut berorasi di Yogyakarta
Alisa Wahid menyatakan upaya kriminalisasi lembaga anti korupsi KPK harus dilawan.
Rekomendasi