Presiden SBY minta investigasi bom di KBRI Paris

Pemerintah Indonesia belum berencana meningkatkan personil keamanan untuk mengantisipasi kejadian serupa di Paris.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Presiden SBY minta investigasi bom di KBRI Paris
Presiden SBY minta investigasi bom di KBRI Paris

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar dilakukan investigasi dari aparat keamanan Indonesia untuk mencari tahu siapa dalang di balik peledakan di depan KBRI Paris, Prancis. Meskipun, berdasarkan laporan dari petugas kepolisian setempat menyatakan tidak ada korban dari staf KBRI saat ledakan tersebut terjadi pada pukul 05.10 waktu setempat."Ya tentu Presiden minta ada investigasi untuk pastikan. Apa yang menjadi penyebab, atau alasan adanya teror bom d sekitar KBRI. Mungkin saja kebetulan dekat dengan kedutaan kita di Paris," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (22/3).Terhadap kejadian ini, pemerintah Indonesia belum berencana meningkatkan personil keamanan untuk mengantisipasi kejadian serupa. Menurut Julian, pemerintah RI mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian setempat untuk melakukan pengamanan terhadap aset milik negara-negara asing."Sudah menjadi standar, kedutaan-kedutaan asing menjadi tanggung jawab pemerintah dimana kedutaan itu berada. Jadi kita percaya. Sekarang yang belum bisa dipastikan apa memang ditujukan pada Indonesia atau kebetulan dekat dengan kedutaan kita di Paris," lanjutnya.Kini pemerintah masih menunggu hasil penyidikan aparat kepolisian Prancis untuk mengetahui motif serta pelaku peledakan tersebut."Sejauh ini yang kami ketahui sedang dilakukan penyelidikan intensif oleh kepolisian setempat. Kalau dipandang perlu (penambahan personil keamanan), tergantung bagaimana hasil (penyelidikan) nanti," pungkasnya.

Rekomendasi