Kepolisian Ibu Kota Paris, Prancis, mengatakan seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sempat menemukan bom itu sebelum meledak. Namun polisi menolak membuka identitas saksi penting itu. Surat kabar the USA Today melaporkan, Rabu (21/3), staf itu menemukan paket mencurigakan yang merupakan bom. Karena khawatir dia menjauh dan beberapa saat kemudian bom meledak, sekitar pukul 05.10 waktu setempat. Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, ledakan di luar KBRI itu tidak menimbulkan korban cedera. Bom itu hanya memecahkan kaca jendela kedutaan dan merusak beberapa gedung lainnya. Insiden ini terjadi Jalan Cortambert nomor 47-49, Distrik XVI. Wilayah barat Ibu Kota Paris ini merupakan kawasan elite.Sejauh ini, belum diketahui pelaku dan motif dari ledakan bom di luar KBRI Paris. Ledakan bom terjadi saat polisi sedang mengepung rumah tersangka penembakan di sebuah yeshiva (sekolah seminari Yahudi) di Toulouse. Penembakan yang terjadi Senin lalu itu menewaskan tujuh orang, termasuk tiga tentara Prancis.Serangan bom terhadap KBRI di Paris pernah terjadi pada Oktober 2004 dan melukai sepuluh orang. Barisan tentara Islam Prancis mengaku bertanggung jawab dalam insiden itu.
Sebelum meledak, bom sempat ditemukan seorang staf KBRI
Polisi Prancis menolak membuka identitas saksi penting ini.
Advertisement
Rekomendasi