DPR keluarkan Rp 300 juta untuk alat absen anggota

Finger print itu akan dipasang pada 16 pintu di sejumlah ruangan di DPR.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
DPR keluarkan Rp 300 juta untuk alat absen anggota
Ruang sidang Paripurna DPR. dok/merdeka.com

Pimpinan DPR telah menyepakati penggunaan finger print untuk meningkatkan kinerja anggota DPR. Ketua DPR Marzuki Alie mengaku, harga finger print yang akan digunakan adalah seharga Rp 300 juta. "Iya dipasang finger print, sekitar harga Rp 300 juta," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, (9/3).Menurutnya, finger print itu akan dipasang di 16 pintu di sejumlah ruangan di DPR. "Dipasang untuk 16 pintu," katanya.Meski harga finger print itu relatif mahal, namun dia berkilah alat tersebut dapat memaksimalkan kinerja anggota Dewan yang selama ini sering bolos."Paling tidak mereka (anggota Dewan) harus datang, ceplok tangannya. Jadi data itu valid, tidak bisa diabsenkan lagi," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.Sebelumnya, dalam rapat yang diikuti pimpinan DPR, Badan Kehormatan DPR dan para pimpinan fraksi beberapa waktu lalu, disetujui penggunaan finger print untuk meminimalisir anggota DPR yang bolos. Tak hanya itu, ruang Sidang Paripurna juga akan dipasangi kamera CCTV, guna memantau kondisi rapat Paripurna.

Rekomendasi