Enam siswa TK tertabrak guru masih dirawat di RS

Karena kondisinya dinilai semakin membaik, hari ini empat siswa dipulangkan dari RS.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Enam siswa TK tertabrak guru masih dirawat di RS
Ilustrasi. dok/merdeka.com

Kondisi siswa korban tertabrak guru di Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan, semakin membaik. Saat ini hanya tersisa enam dari 18 korban yang dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Sumatera Utara.“Hari ini ada empat pasien yang dipulangkan, karena tim dokter menganggap kondisi keempatnya sudah sembuh,” kata Chief Medical RS Columbia Asia, dr Kyanto Nazar, kepada wartawan, Selasa (6/3). Keempat pasien yang pulang hari ini adalah Sheren, Josephine, Yosephine, dan Tasya.Sementara itu, Yunita masih dirawat intensif di ruang ICU. Bocah perempuan ini masih sulit bergerak, karena tulang pinggulnya patah. Lima pasien dirawat di ruang perawatan biasa, yaitu Wilbert, Angeline, Robert, Fransisca, dan Verenes. “Mereka belum bisa dipasikan kapan pulangnya, karena rata-rata mengalami patah tulang,” kata dr Kyanto. Para siswa tersebut menjadi pasien di RS Columbia Asia setelah tertabrak mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ yang dikendarai Marini, 22, guru mereka di kompleks sekolah Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan, Sumatera Utara, Jumat (2/3). Akibat kejadian itu, 17 siswa dan seorang guru cedera. Sementara, Marini saat ini sudah dijadikan tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Sementara Polresta Medan.

Halaman
Rekomendasi