Orangtua guru penabrak minta maaf ke keluarga siswa

Keluarga Marini juga sudah melakukan upaya perdamaian dengan ke-18 korban.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Orangtua guru penabrak minta maaf ke keluarga siswa
ilustrasi

Ke Tjui, 44, orangtua Marini, guru penabrak siswa di Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan, Sumatera Utara, Jumat (2/3), meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya.“Atas nama keluarga, saya meminta maaf kepada para siswa dan keluarga korban,” kata Ke Tjui kepada wartawan di Polresta Medan, Senin (5/3) petang.Dia mengatakan kondisi putri sulungnya sudah membaik. Perempuan itu dalam keadaan sehat setelah sempat shock akibat menabrak 17 siswa dan seorang guru di sekolah tempat dia mengajar."Baik-baik saja, tidak ada tekanan," ujarnya.Keluarga Marini juga sudah melakukan upaya perdamaian dengan ke-18 korban. “Semua korban sudah berdamai dan memaafkan. Semua sudah meneken surat perdamaian,” ucap Sukiran, perwakilan Yayasan Perguruan Buddhis Bodhicitta, sambil menunjukkan ke-18 surat perdamaian bermeterai itu.Sukiran, yang mendampingi Ke Tjui, mengatakan dengan adanya perdamaian dengan keluarga korban, ia berharap pihak kepolisian berlaku arif dalam memproses masalah ini. “Kami berharap Marini mendapatkan keringanan, apalagi dia adalah guru yang baik,” ucapnya.Seperti diberitakan, Marini yang mengendarai mobilnya menabrak 17 siswa dan seorang guru di Perguruan Buddhis Bodhicitta, Jumat (2/3). Dia dijadikan tersangka karena lalai dan ditahan di rumah tahanan sementara Polresta Medan.Sementara itu, rekonstruksi yang dijadwalkan berlangsung hari ini dikabarkan batal. Hingga petang ini, tidak ada tanda-tanda kegiatan itu akan digelar.

Rekomendasi