Kebenaran informasi yang diberikan pihak sekolah Perguruan Buddhis Bodhicitta di Jalan Selam I, Medan, dipertanyakan. Jika mereka menyatakan sembilan dari 18 korban insiden guru tabrak siswa sudah dipulangkan, pihak RS Columbia Asia justru menyatakan pihaknya masih merawat 16 korban.Pihak rumah sakit menyatakan jumlah seluruh korban tabrakan di sekolah Bodhicitta yang dirawat di RS Columbia Asia sebanyak 18 orang. Dua pasien luka ringan telah dipulangkan kemarin sore. “Yang keluar dari rumah sakit hanya dua orang, total yang sempat mendapat perawatan 18 orang, jadi tinggal 16 orang, dua orang dirawat di ICU,” ujar Kepala Kesehatan dan Medik RS Columbia Asia, dr Kioto Nazar di Medan, Minggu (3/3). Kedua pasien yang masih dirawat di ICU yaitu Yunita dan Robert. Dokter menyatakan keduanya mengalami patah tulang di bagian kaki dan dada serta cedera di bagian kepala. “Mereka sadarkan diri,” ujar Kioto. Sementara itu, 14 korban lainnya, termasuk seorang dewasa, masih menjalani pengobatan di ruang perawatan. Mereka umumnya mengalami luka dan memar serta trauma di kepala.RS Columbia Asia membentuk tim khusus untuk merawat para korban. Tim itu dari dokter anak, orthopedi, serta psikolog.Pernyataan yang disampaikan pihak rumah sakit yang ada di Jalan Listrik, Medan, Sumatera Utara ini menjawab kesimpangsiuran informasi tentang korban yang dirawat dan dipulangkan. Sebelumnya, pihak sekolah menyatakan jumlah korban 16 orang. Sembilan korban di antaranya dinyatakan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.
RS Columbia masih rawat 16 murid korban tertabrak
Kedua pasien yang masih dirawat di ICU yaitu Yunita dan Robert. Dokter menyatakan keduanya mengalami patah tulang.
Rekomendasi