Pihak Rumah Sakit Columbia Asia menyatakan merawat 18 korban insiden guru tabrak murid di Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan. Sebelumnya, pihak sekolah mengklaim jumlah korban lebih sedikit yakni, 16 orang.Dokter Hermanto dari RS menyatakan, 17 dari 18 korban adalah murid di sekolah tersebut. "Satu orang lagi dewasa," ujarnya di RS Columbia Asia, Jl Listrik, Medan, Jumat (2/3).Manajemen rumah sakit belum memikirkan pembiayaan tindakan medis. Alasannya, fokus utama dari mereka adalah penanganan pasien. Hermanto juga berharap semua pihak mendoakan agar seluruh korban bisa pulang dengan selamat. "Soal boleh atau tidak pulang, kita akan konsolidasi. Kalau layak pulang ya kita pulangkan," ucapnya.Seperti diberitakan, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, mobil yang dikendarai Marini itu menabrak belasan murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan.Di mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ itu terdapat bercak darah. Mobil masih terparkir di halaman sekolah, Jl Selam I Mandala, Medan. "Anak-anak lagi senam, mobil itu mundur terus maju nabrak pada murid," kata saksi yang enggan disebut namanya di lokasi kejadian.
RS Columbia Asia rawat 18 murid tertabrak
Manajemen rumah sakit belum memikirkan pembiayaan tindakan medis. Fokus utama penanganan pasien.
Rekomendasi