Tujuh siswa TK Perguruan Buddhis Bodhicitta harus mendapatkan perawatan intensif di RS Columbia Asia, Medan, Sumatera Utara. Mereka karena terluka parah akibat ditabrak guru di sekolahnya, Jumat (2/3) pagi.“Ada beberapa yang harus mendapatkan perawatan intensif. Empat di antaranya mengalami patah kaki, satu orang harus dioperasi. Satu orang yang patah kaki juga mengalami trauma berat di kepala sehingga harus distabilisasi di ruang ICU,” ucap dr Hermanto, dokter RS Columbia Asia yang menangani para siswa ini.Berdasarkan keterangan pihak sekolah yang diwakili Direktur Pendidikan Bodhicitta, Peter Lim, dan wakil donatur yayasan, Rudi Rachman, pada temu pers di Hotel Polonia, Medan, ada tujuh siswa yang masih dirawat.
Mereka adalah Derric, Jesica Halim, Josephine Wuki, Kelly Tanwin, Yosephine Sharen Manurung, Sheren, dan Verenice Erova Chen. Mereka menyatakan korban peristiwa itu 16 siswa.Pihak rumah sakit tidak hanya memberikan tindakan medis. Mereka juga menyertakan psikolog anak untuk membantu. “Soalnya, ini bukan hanya trauma fisik, tapi juga psikis,” sebut dr Hermanto.