Belasan murid Perguruan Buddhis Bodhicitta, Medan, luka-luka akibat tertabrak mobil yang dikendarai gurunya sendiri. Pihak sekolah berjanji akan menanggung semua pengobatan korban."Perguruan akan bertanggung jawab, akan menanggung penuh, baik kerugian materi dan imaterial. Kita tanggung sampai benar-benar sembuh," kata Rudi Rachmat, perwakilan donatur Yayasan Perguruan Buddhis Bodhicitta.Hal itu dikatakan Rudi dalam jumpa pers di Hotel Polonia, Medan, Jumat (2/3).Dia mengatakan murid yang menjadi korban ada 16 orang. Tujuh orang masih dirawat dan sembilan sudah pulang. "Sebenarnya kami tidak ingin sembilan murid pulang, kami ingin ditangani profesional. Ya namanya anak-anak, ingin cepat pulang," ujarnya.Rudi menambahkan sembilan anak yang masih dirawat akan menjalani CT-scan. Ditanya apakah ada yang mengalami patah tulang, Rudi mengatakan tidak ada."Saya ga dengar itu (patah tulang-red), saya dengar lecet," ujar dia.Seperti diberitakan, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, mobil yang dikendarai Marini itu menabrak 15 (bertambah satu jadi 16) murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan.Di mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ itu terdapat bercak darah. Mobil masih terparkir di halaman sekolah, Jl Selam I Mandala, Medan. "Anak-anak lagi senam, mobil itu mundur terus maju nabrak pada murid," kata saksi yang enggan disebut namanya di lokasi kejadian.
Sekolah tanggung biaya pengobatan murid tertabrak
Murid yang menjadi korban ada 16 orang. Tujuh orang masih dirawat di RS dan sembilan sudah pulang.
Rekomendasi