Ramadan Hingga Lebaran, Kapolri Sebut Hanya Ada Satu Percobaan Bom Bunuh Diri

Rabu, 5 Juni 2019 10:45 Reporter : Nur Habibie
Ramadan Hingga Lebaran, Kapolri Sebut Hanya Ada Satu Percobaan Bom Bunuh Diri Kapolri Salat Id di Masjid Mabes Polri. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai, selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1440 Hijriah, situasi di Indonesia sudah cukup aman. Operasi Mantab Brata 2019 dinilai cukup ampuh menjaga stabilitas keamanan nasional.

Meski demikian, Tito tidak menampik ada satu kasus yang menonjol di Indonesia. Yakni percobaan bom bunuh diri yang menyasar pos polisi di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Hanya satu ada kejadian yang menonjol yaitu kasus percobaan bom bunuh diri di Kartasura tapi sudah kita lakukan penyidikan dan penyelidikan," ujar Tito di Masjid Al Ihlas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Kapolri meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena kejadian ini menganggu momen kesucian Ramadan dan jelang Lebaran.

"Untuk seluruh masyarakat Indonesia minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir batin. Kalau ada kekurangan oleh polri, Kapolri, atau saya pribadi saya mohon maaf ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, ledakan yang terjadi di pos polisi Kartasura diduga bom bunuh diri. Adapun pelakunya saat ini dalam kondisi kritis.

Ledakan terjadi sekitar pukul 22.30-22.45 WIB, Senin (3/6). "Satu orang jadi korban juga pelaku," kata Rycko di lokasi kejadian, Selasa (4/6).

Menurut Rycko, korban disebut juga sebagai pelaku karena hasil penyelidikan pihaknya ditemukan beberapa bahan peledak di tubuh pelaku. "Bahan-bahan peledak itu menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki. Korban saat ini kritis," kata Rycko.

Dalam peristiwa ledakan di pos polisi Kartasura itu, tak ada petugas polisi yang terluka. Hanya pria diduga pelaku yang tergeletak. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini