Proyek Strategis Dianggap Kurang Publikasi, Istana: Kami Kejar Program Hasil Terbaik Cepat
Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi menanggapi soal Presiden Prabowo Subianto yang kurang mempublikasikan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi menanggapi soal Presiden Prabowo Subianto yang kurang mempublikasikan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dedek menyatakan, pemerintahan Prabowo sedang fokus pada program hasil terbaik cepat di masa awal kerjanya.
"Jadi di beberapa bulan pertama pemerintahan Prabowo-Gibran kami itu sedang mengejar apa yang kami sebut program hasil terbaik cepat. Jadi namanya aja sudah hasil terbaik, sudah gitu cepat lagi," kata Dedek saat dihubungi, Kamis (16/1).
Menurutnya, setiap kepala negara punya gaya tersendiri untuk menjalankan kinerja dan programnya. Sehingga, tak cocok jika dibandingkan dengan Presiden sebelumnya.
"Jadi apa ya kalau dibandingkan dengan masa pemerintahan Presiden Jokowi yang enggak ingin juga dibanding-bandingin kan orang ada yang style-nya keroncong, ada yang style-nya dangdut sama aja," tuturnya.
Dedek memastikan, Presiden Prabowo bakal bekerja cepat untuk merealisasikan program hasil terbaik cepat. Diantaranya makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan, dan penyediaan rumah rakyat.
"Presiden Prabowo Itu ngebut dengan program hasil terbaik cepat yang ada delapan, termasuk swasembada pangan,Termasuk ke makan bergizi gratis, periksa kesehatan termasuk ke penyediaan rumah yang tadi dan lain-lain," pungkasnya.
Kurang Publikasi PSN
Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kurang mempublikasikan Program Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, rakyat ingin mengetahui apa saja program PSN pemerintahan Prabowo.
"Justru 100 hari ini yang kurang dipublikasikan adalah pemerintahan Pak Prabowo, terutama di tahun 2025 ini program-program strategis nasionalnya mau apa? Itu yang pingin kami ketahui dari rakyat Indonesia dan juga dari parlemen khususnya PDI Perjuangan," kata Aria di acara Soekarno Run di GBK, Jakarta, Minggu (12/1).
Aria menjelaskan, ketika era Jokowi, program prioritas pemerintahan terlihat jelas seperti nawacita. Dia menyebut, seharusnya pemerintah Prabowo memaparkan apa saja yang menjadi program strategis nasionalnya.
"Mohon maaf nih, kalau dulu zaman Pak Jokowi adalah program prioritas pemerintah Pak Jokowi nawacita itu adalah interkoneksitas dengan pembangunan infrastruktur, itu jelas. Interkoneksitas darat, interkoneksitas laut, interkoneksitas udara," tuturnya.
"Jadi ada sesuatu yang memang kita itu tahu persis, oh 5 tahun ke depan ini adalah ini. Yang kami harapkan mendekati 100 hari ini tentunya rakyat, PDI Perjuangan berharap ada sesuatu 1, 2, 3, 4, 5 program prioritas pemerintah," ucapnya.
Meski demikian, Aria menyebut salah satu program yang paling populis era pemerintahan Prabowo yakni makan bergizi gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga menilai parlemen akan mendukung program MBG tersebut.
"Menurut saya parlemen akan men-support habis makan siang gratis ini tentunya dengan dukungan anggaran yang sifatnya permanen ya. Jangan sampai makan siang gratis ini tidak didukung, di-support oleh anggaran yang kontinu dengan target berapa," ucapnya.
"Ini yang masih kita tunggu, program 100 hari ini akan terlihat kinerja kolektif kabinet kerja Pak Prabowo dan Mas Gibran," pungkasnya.