Ira Puspadewi kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi terhadap dirinya, usai vonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN). Keputusan rehabilitasi itu diteken pada Selasa (25/11), menutup rangkaian polemik hukum yang menyeret mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut keputusan Presiden muncul setelah komunikasi intens antara pemerintah dan para pihak terkait.
"Alhamdulillah pada hari ini Presiden RI Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut," kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (25/11).
Namun, di balik kisruh hukum itu, perjalanan profesional Ira sesungguhnya terentang panjang dan penuh pengalaman lintas sektor.
Advertisement
Ira Puspadewi (lahir di Malang, Jawa Timur) ia adalah seorang eksekutif perusahaan asal Indonesia yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dari Desember 2017 hingga November 2024.
Ira Puspadewi merupakan lulusan Sosial Ekonomi Peternakan di Universitas Brawijaya. Ia melanjutkan pendidikan magister di Asian Institute of Management (AIM), Filipina, dan menuntaskan gelar doktor Manajemen Stratejik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia (UI).
Advertisement
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum kembali ke Indonesia, Ira Puspadewi menghabiskan 17 tahun bekerja di perusahaan ritel global asal Amerika Serikat, GAP Inc. dan Banana Republic.
Jabatan terakhirnya pun bukan posisi sembarangan yaitu Director Global Initiative Regional Asia, dan mengoordinasikan operasi di tujuh negara.
Jejak panjang di korporasi multinasional menjadi modal kuat ketika ia mulai menangani perusahaan-perusahaan plat merah.
Advertisement
Ira Puspadewi pulang ke Tanah Air pada tahun 2014 atas ajakan Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Ia langsung ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Sarinah (Persero). Dua tahun kemudian, ia bergeser ke PT Pos Indonesia (Persero) menjabat sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM.
Pada tahun 2017, Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Ira Puspadewi sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Selama hampir tujuh tahun menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menangani transformasi bisnis penyeberangan dan layanan pelabuhan yang semakin terintegrasi dan modern.
Advertisement
Pada saat ini kasus yang menyeret Ira Puspadewi berawal dari dugaan korupsi KSU dan akuisisi PT JN pada tahun 2019–2022. Majelis Hakim Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara. Namun putusan itu tidak bulat.
Ketua Majelis, Sunoto, menilai seharusnya Ira Puspadewi dan dua pejabat ASDP lainnya dilepas karena langkah akuisisi mereka berada dalam koridor Business Judgment Rule.
Advertisement
Kemudian Pro dan kontra mencuat hingga akhirnya Presiden Prabowo memberi rehabilitasi kepada Ira, Muhammad Yusuf Hadi, dan Harry Muhammad Adhi Wicaksono.
Ira Puspadewi memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman kerja yaitu enam tahun di sektor nirlaba, 17 tahun di perusahaan multinasional, dan sembilan tahun menjabat CEO serta anggota direksi BUMN.
Jejak panjang itu kini kembali menjadi perhatian publik seiring keputusan rehabilitasi dari Presiden.
Reporter Magang: Ahmad Subayu