Produsen sayuran, Indonesia diharapkan bisa kurangi impor
Merdeka.com - Sebagai negara produsen sayuran, Indonesia mampu menghasilkan jenis sayuran yang berkualitas. Karena itu, impor terhadap komoditas ini pun diharapkan bisa berkurang.
"Seperti Thailand, negara ini mampu mengembangkan industri hortikultura setelah kebijakan dan strategi pemerintah memberikan dukungan terhadap sektor ini," kata pakar pemuliaan tanaman Prof. Soemarno dalam menanggapi data BPS yang menyebutkan impor sayuran Indonesia terus mengalami kenaikan, Kamis (8/5).
Soemarno mengatakan, pemerintah Thailand pada era 1970-an mengundang perusahaan benih multinasional untuk menanamkan investasi di sektor perbenihan. Tidak ada pembatasan investasi di sektor tersebut hingga saat ini membuat pertumbuhan signifikan di sektor perbenihan dan pemuliaan tanaman.
"Kini, sekitar 80 persen kebutuhan benih unggul disediakan pihak swasta," ungkapnya.
Persaingan yang ketat di antara perusahaan benih multinasional, menurut Soemarno, justru memberi keuntungan kepada petani Thailand. Petani memiliki kebebasan dan akses terhadap benih-benih unggul terbaik sehingga mampu meningkatkan produksinya.
"Thailand kini merupakan salah satu negara pengekspor benih dan produk hortikulturanya ke-50 negara di dunia," jelasnya.
Hal yang sama juga terjadi di India dan Kenya. Strategi membuka keran investasi berhasil membuat kedua negara tersebut kini menjadi pengekspor benih dan produk sayuran tropika terbesar di dunia.
Persaingan antarperusahaan multinasional di kedua negara tersebut membuat anggaran penelitian, riset, dan teknologi pemuliaan tanaman yang merupakan jantung dari industri benih sayuran meningkat. Peningkatan terjadi bahkan sampai tiga kali lipat dalam jangka pendek.
"Di Indonesia impor sayuran justru mengalami kenaikan," imbuhnya. (mdk/cza)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya