Pria Ini Rekam Sedang Aniaya Anaknya yang Menangis karena Lapar, Video Diunggah ke Medsos
Welliwanto mengungkapkan maksud pelaku mengunggah video penganiayaan tersebut diduga untuk memancing respons dari istrinya agar menjemput anaknya.
Video penganiayaan seorang balita yang dilakukan oleh ayah kandungnya inisial ADT (24) membuat heboh media sosial (medsos). Tim Buser 77 Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Kendari mengamankan pelaku di Jalan Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu.
Kepala Satreskrim Polresta Kendari, Ajun Komisaris Welliwanto Malau mengatakan, vido penganiayaan dilakukan oleh ADT terhadap anak kandungnya tersebut diunggah di Facebook.
"Pelaku emosi sehingga melakukan penganiayaan dan melilitkan selimut ke leher anaknya. Aksinya itu, dia rekam dan di posting ke Facebook," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/3).
Welliwanto mengungkapkan maksud pelaku mengunggah video penganiayaan tersebut diduga untuk memancing respons dari istrinya agar menjemput anaknya. Welliwanto menyebut istri pelaku inisial N berada di Kabupaten Kolaka Selatan (Konsel).
"Pelaku sempat menghubungi istrinya agar datang mengambil anak mereka, tapi tidak direspons,” bebernya.
Istri Pelaku Lapor Polisi
Melihat unggahan tersebut di Facebook, istri pelaku melapor ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung turun menangkap pelaku.
"Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa satu selimut yang digunakan dalam aksi penganiayaan serta satu senjata tajam jenis pisau yang ditemukan saat penangkapan," tuturnya.
Welliwanto menjelaskan kronologi berawal saat pelaku hendak menemui istrinya untuk menyerahkan anaknya yang berusia 1,5 tahun tersebut. Di tengah perjalanan, pelaku mendapatkan pesan dari istrinya jika tidak ingin merawat anaknya tersebut.
"Pelaku semakin emosi saat mendapatkan kabar dari temannya, kalau istrinya pergi bersama pria lain," kata dia.
Anaknya Menangis karena Lapar
Di saat bersamaan sang anak menangis karena lapar. Kondisi itu menambah emosi pelaku semakin memuncak.
"Hingga akhirnya pelaku membuat video penganiayaan itu dan diposting ke Facebook," ucapnya.
Informasi yang dihimpun, rumah tangga antara ADT dan N mengalami masalah akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Apalagi, N memilih pulang ke rumah orang tuanya di Kabupaten Konawe Selatan.