Potongan Kaki dan Tangan Manusia Ditemukan di Turi Sleman, Diduga Korban Mutilasi

Potongan kaki dan tangan manusia ditemukan di Sleman, DIY, Rabu (12/7) malam. Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi ini.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Potongan Kaki dan Tangan Manusia Ditemukan di Turi Sleman, Diduga Korban Mutilasi
Potongan Kaki dan Tangan Manusia Ditemukan di Turi Sleman, Diduga Korban Mutilasi (Merdeka.com)

Potongan tangan dan kaki manusia ditemukan di area Jembatan Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (12/7) malam. Pihak kepolisian masih melakukan penyisiran di kawasan sekitar untuk mencari potongan tubuh lainnya.

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi menuturkan penemuan potongan tubuh manusia ini pertama kali oleh warga yang sedang memancing. Temuan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dok. Istimewa

"Awalnya ada warga yang mau mancing ke bawah. Terus dia menemukan (potongan tubuh). Terus lapor ke kita."

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi , Rabu (12/7) malam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ardi membeberkan, selain di sungai, potongan tubuh ini ditemukan pula di semak-semak yang ada di atas jembatan.

Seusai menemukan potongan tubuh, kemudian pihak kepolisian melakukan evakuasi.
Dok. Istimewa

"TKP tepat di atas jembatan. Bawahnya sungai terus di sampingnya ada semak-semak, di situ. Awal kita temukan di dalam dasar sungai. Terus ada beberapa potongan tubuh kita temukan di semak-semak di atasnya."

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi.

Polisi masih menyelidiki kasus yang diduga pembunuhan disertai mutilasi ini.
Dok. Istimewa

Namun petugas belum mengetahui jenis kelamin dari korban. Hal ini dikarenakan yang ditemukan baru dua kaki, pergelangan tangan dan potongan yang belum diketahui asalnya.

"Ketemu baru kaki dua biji, mulai batas mata kaki. Kemudian tangan kiri sampai batas pergelangan tangan. Udah itu aja," ungkap Ardi.
Dok. Istimewa
"Sama potongan tubuh entah itu paha, entah itu apa. Kita belum tahu juga," lanjut Ardi.
Dok. Istimewa
Rekomendasi