Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS Cilegon, Ini Tampangnya
Korban ditemukan tewas bersimbah dara di rumahnya daerah Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. Korban merupakan anak elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Polres Cilegon telah menangkap terduga pelaku pembunuhan atas tewasnya anak laki-laki berinisial E (9) anak dari kader PKS Maman Suherman ini ditemukan dengan banyak luka tusuk di rumahnya yang terletak di BBS 3, Kota Cilegon, Banten.
"Benar, terduga pelaku pembunuhan sudah ditangkap," kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/1).
Terduga pelaku ditangkap oleh polisi pada Jumat (2/1) sore. Namun, belum bisa dijelaskan secara rinci terkait penangkapan tersebut.
"Tadi malam, satu orang betul. Sorean lah maghrib," ujarnya.
Nantinya, kasus tersebut akan dibeberkan secara rinci setelah penyidik merampungkan proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku tersebut.
Anak Dewan Pakar PKS Jadi Korban Pembunuhan di Cilegon
Korban pembunuhan yang dikenal dengan inisial MAHM, ditemukan dengan banyak luka tusuk di rumahnya yang terletak di BBS 3, Kota Cilegon, Banten. Ia merupakan anak dari seorang politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman, yang menjabat sebagai dewan pakar DPC PKS Kota Cilegon.
Jenazah MAHM telah dimakamkan pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
"Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan ketabahan bagi keluarga Pak Haji Maman. Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu menyiapkan hari esok yang lebih baik dan mengambil hikmah positif dari setiap cobaan," ungkap Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, pada Kamis (18/12/2025).
Korban Dikenal Anak yang Baik dan Cerdas
Anak laki-laki berusia 9 tahun tersebut, yang bersekolah di SD Al Azhar 40 Kota Cilegon, Banten, ditemukan tewas di dalam rumah mewah berlantai dua dengan banyak luka tusukan di tubuhnya.
MAHM dikenal sebagai sosok yang baik, soleh, cerdas, dan sangat patuh kepada orangtuanya.
Dugaan Korban Perampokan
Meskipun sempat beredar kabar bahwa korban menjadi korban perampokan, tidak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumahnya. Pihak Polres Cilegon telah memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.
"Anaknya sangat penurut, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Ketaatannya kepada orang tua luar biasa dan bisa jadi contoh untuk anak-anak seusianya," jelas seorang sumber.