Polisi Masih Hitung Kerugian Insiden Debt Collector Dikeroyok Anggota Polri, Akui Banyak Masyarakat Trauma

Dari data sementara, kerusakan meliputi warung tenda, sepeda motor, mobil, hingga rumah warga yang kacanya pecah akibat lemparan massa.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polisi Masih Hitung Kerugian Insiden Debt Collector Dikeroyok Anggota Polri, Akui Banyak Masyarakat Trauma
Polisi Masih Hitung Kerugian Insiden Debt Collector Dikeroyok Anggota Polri, Akui Banyak Masyarakat Trauma (Merdeka.com)

Meninggalnya dua debt collector akibat dikeroyok oleh enam anggota Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan berbuntut panjang. Amarah rekan-rekan korban berujung perusakan kendaraan serta kios milik warga di sekitar lokasi.

Polisi hingga kini masih menghitung kerugian yang ditanggung oleh para korban. Dari data sementara, kerusakan meliputi warung tenda, sepeda motor, mobil, hingga rumah warga yang kacanya pecah akibat lemparan massa.

"Terkait tentang pengrusakan, pembakaran terhadap korban-korban, baik itu warung tenda, ada kemarin disampaikan 9 sepeda motor dan 1 unit mobil. Ini masih akan kita tunggu (laporan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu (13/12).

Dia mengatakan, situasi psikologis warga menjadi kendala awal. Banyak korban masih trauma. Kondisi itu membuat sebagian warga belum berani melapor secara resmi ke kepolisian.

"Kita masih mencoba menunggu karena memang ada rasa trauma dari warga sekitar termasuk rumah yang kaca dipecahkan, warung yang dibakar dan ini menjadikan bahwa itu merupakan suatu mata pencarian bagi warga kita," ucap dia.

Budi mengatakan, Polda Metro Jaya juga membuka opsi penanganan lanjutan bersama pemerintah daerah. Skema yang dipertimbangkan antara lain pendataan korban, penghitungan kerugian secara menyeluruh, hingga kemungkinan bantuan atau revitalisasi bagi warga yang kehilangan mata pencarian akibat kiosnya rusak atau terbakar.

"Nah ini yang akan kami coba untuk membahas apakah Polda Metro Jaya bersama pemerintah dalam hal ini akan melakukan revitalisasi, termasuk memberikan bantuan dan bahkan mungkin penghitungan terhadap korban," ucap dia.

Masih Tunggu Laporan Resmi

Sementara itu, kepolisian masih menunggu laporan resmi dari pihak yang dirugikan untuk menindak pelaku perusakan. Dia memastikan, begitu laporan masuk, langkah hukum akan segera ditempuh.

"Kita masih menunggu laporan-laporan. Kalau laporan polisi itu sudah masuk, pasti penyidik Polda Metro akan turun dan akan melakukan proses upaya paksa terhadap pelaku-pelaku pembakaran tersebut," ucap dia.

Budi mengaku pihak kepolisian masih mendalami asal-usul massa perusuh. Pendalaman dilakukan seiring upaya pengamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak memicu kerusuhan lanjutan. Budi mengatakan, fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas keamanan Jakarta.

"Ini masih kami didalami terhadap massa dan yang paling utama adalah kami juga berkomunikasi sampai dengan saat sekarang untuk bagaimana menjaga Jakarta tetap aman dan tertib dan bisa situasi dapat bisa dikendalikan," ucap dia.

Rekomendasi