Polisi akhirnya angkat bicara terkait penangkapan staf Lokataru Foundation, Mujaffar Salim (MS), yang diamankan saat sedang berada di kantin Polda Metro Jaya.
Penangkapan MS menuai sorotan karena dilakukan di area institusi kepolisian tanpa perlawanan.
Kanit 2 Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya, mengatakan MS termasuk sasaran operasi.
Dia menerangkan, pihaknya saat itu membagi 6 tim untuk memburu 6 orang tersangka kasus dugaan penghasutan, termasuk diantaranya MS.
"Tim ini sudah kita sebar dan memang yang pertama kami tangkap adalah DMR kemudian kami bawa ke sini," ujar dia.
Dari hasil pencarian ternyata Mujaffar Salim (MS) mengikuti DMR hingga ke Polda Metro Jaya.
"Mohon izin komandan atas nama Mujaffar Salim (MS) memang kami amankan di Polda metro jaya ketika yang bersangkutan mencoba bersama dengan rekan-rekannya datang ke polda untuk bertemu dengan DMR," ucap dia.
Sebelumnya, polisi ternyata tidak hanya menangkap dan menetapkan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen sebagai tersangka. Staf Lokataru, Mujaffar Salim, ikut dibawa sejumlah orang saat menunggu Delpedro di kantin Polda Metro Jaya sambil ngopi.
Hal itu disampaikan Tim Advokasi Lokataru Foundation yang diwakili oleh Asisten peneliti dari Lokataru Foundation, Fian Alaydrus.
"Kita sama-sama kawal ke sini, Mujaffar, kita ngopi-ngopi di kantin, kena tangkap juga ternyata. Tanpa ada proses pemanggilan, apa pemeriksaan pendahuluan segala macam," ujar Fian Alaydrus, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (2/9).
Advertisement
Menurutnya, setelah mendengar kabar Delpedro ditangkap, tim Lokataru mendampingi ke Polda Metro Jaya. Tiba-tiba, orang tak dikenal berjumlah 7-8 orang mendatangi mereka ke kantin.
"Bang Mujaffar itu saat kita mendampingi Delpedro di kantin belakang, tiba-tiba ada 7-8 orang, foto-foto segala macam, bawa alat pendeteksi apa itu," ujarnya.
Belakangan diketahui orang-orang itu mencari Mujaffar Salim. Pihak Lokataru langsung berdialog dengan sejumlah orang tersebut dan meminta agar pemeriksaan dilakukan ketika pihak kuasa hukum datang.
"Akhirnya setelah berdiskusi, boleh. Kita izinkan Mujaffar untuk diperiksa. Dia staf Lokataru," ucap dia.