PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan gardu listrik di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dapat kembali beroperasi penuh pada 4 Februari 2026. Upaya pemulihan ini dilakukan menyusul terputusnya pasokan listrik akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu. Tim gabungan PLN terus bekerja siang dan malam untuk memastikan layanan kelistrikan segera pulih bagi masyarakat terdampak.
Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur kelistrikan, termasuk tiang dan kabel listrik yang hanyut serta tertimbun material longsor. Kondisi ini membuat ribuan warga di Pining mengalami gelap gulita selama beberapa waktu. Prioritas utama PLN saat ini adalah mengembalikan fungsi gardu listrik sebelum menyalurkan kembali daya ke rumah-rumah warga.
Pengawas Lapangan dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blangkejeren, Rayyan Zaraary, menyatakan bahwa progres pemulihan layanan kelistrikan di Kecamatan Pining telah mencapai 73 persen. Pengerjaan fokus pada Desa Pasir Putih dan diharapkan selesai sesuai target.
Advertisement
Advertisement
Rayyan Zaraary menjelaskan bahwa pengerjaan pemulihan listrik terus dikebut, khususnya di Desa Pasir Putih. Ia optimis bahwa penyalaan listrik dapat dilakukan pada tanggal 4 Februari 2026, jika tidak ada kendala berarti di lapangan. Ini menjadi kabar baik bagi warga yang telah lama menantikan pemulihan pasokan listrik.
Hingga saat ini, proses pemulihan layanan kelistrikan di seluruh wilayah Kecamatan Pining telah mencapai 73 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan berkat kerja keras tim di lapangan. PLN memprioritaskan perbaikan gardu listrik terlebih dahulu sebagai langkah awal.
Setelah gardu listrik berfungsi, PLN akan menarik aliran listrik ke masing-masing pelanggan. Proses ini memerlukan koordinasi dengan masyarakat, mengingat banyak warga yang mungkin telah berpindah lokasi pasca-bencana. PLN masih menunggu informasi pasti mengenai keberadaan masyarakat untuk memastikan penyaluran listrik tepat sasaran.
Advertisement
Advertisement
Infrastruktur kelistrikan di Kecamatan Pining mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025. Banyak tiang dan kabel listrik rusak, bahkan hilang terbawa arus atau tertimbun material longsor. Kondisi geografis yang sulit dan kerusakan jalan menjadi tantangan utama bagi tim PLN.
Sejumlah kendala lain yang dihadapi tim di lapangan meliputi ruas jalan yang masih tertimbun material longsor dan akses jalan yang terputus. Hal ini mempersulit mobilisasi peralatan dan personel ke lokasi-lokasi terdampak. Meskipun demikian, semangat tim untuk memulihkan listrik Pining tetap tinggi.
Untuk mempercepat proses pemulihan, PLN menyiagakan total 116 personel gabungan. Personel ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Banten, Bangka Belitung, hingga Kalimantan. Pengerahan sumber daya manusia yang besar ini menunjukkan komitmen PLN dalam mengatasi dampak bencana.
Advertisement
Rayyan Zaraary berharap seluruh wilayah Gayo Lues dapat menyala 100 persen sebelum bulan Ramadhan tiba. Target ambisius ini memotivasi seluruh tim untuk bekerja lebih giat.
Advertisement
Pemulihan pasca-bencana di Aceh, termasuk di Gayo Lues, tidak lepas dari dukungan dan kerja sama lintas sektor. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menyatakan bahwa kerja kolaboratif telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak. Ini mencakup Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Mendagri Tito menggarisbawahi perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum yang terus dikebut. Selain itu, layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, serta distribusi gas LPG juga terus dipulihkan secara bertahap.
Pernyataan Tito pada 26 Januari 2026 menegaskan bahwa banyak kemajuan telah dicapai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak. Upaya kolektif dari berbagai pihak, termasuk PLN, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, menjadi kunci keberhasilan pemulihan ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews