Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada 'orang besar' di balik ijazah sarjananya yang dibilang palsu. Menanggapi hal itu, Pengacara dari Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, 'orang besar' dikatakan Jokowi sebagai playing victim.
"Tidak perlu mengedarkan (narasi) ada orang besar di balik perjuangan kawan-kawan yang hari ini ingin mengungkap kasus ijazah palsu. Tidak perlu melakukan playing victim punya perasaan politik seolah-olah ingin di-downgrade, punya feeling ada orang besar, tidak perlu," kata Ahmad di Polda Metro Jaya, Senin (28/7).
Dia pun meminta Jokowi tidak lagi mengulur waktu menunjukkan ijazahnya ke hadapan publik. Dengan begitu, dia yakin polemik perdebatan bisa selesai.
"Kalau ingin ringkas ingin mengakhiri polemik ijazah palsu, tunjukkan ijazah asli itu kepada publik. Tapi dengan catatan memang kalau ada, karena kalau ada, tunjukan selesai. bukan dengan membuat narasi yang tidak relevan dengan pembuktian kasus ijazah," tegas dia.
Ahmad pun turut mengkritisi, kehadiran Jokowi di acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada pekan lalu. Dia mengatakan, hal itu tidak membuktikkan bahwa Jokowi adalah lulusan UGM.
"Keaslian ijazah itu tidak bisa dikonfirmasi dengan acara reuni. Reuni itu, ya namanya reuni, orang-orang bisa datang, bisa masuk siapapun bisa, dan statemennya belakangan juga malah kacau balau. Justru itu merusak proses hukum yang sedang dijalankan aparat penyidik Polda Metro Jaya," dia menandasi.
Advertisement
Sebelumnya, Jokowi mengatakan ada orang besar yang memiliki agenda soal polemik ijazahnya yang disebut palsu. Termasuk dorongan pemakzulan anaknya Gibran dari kursi wakil presiden.
"Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya memang ada orang besar ada yang mem-back up, ya itu saja," kata Jokowi kepada awak media di Solo, Jumat 25 Juli 2025.
Saat ditanya nama, Jokowi tidak menyebut dan mengatakan hal itu sudah menjadi rahasia umum.
"Ya, semua sudah tahulah," singkat Jokowi.