Pemkot Surabaya Pastikan KBM SDN Ujung V Surabaya Kembali Normal Pasca Genangan Air

Pemerintah Kota Surabaya memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Ujung V Surabaya berjalan normal setelah genangan air di halaman sekolah surut, dengan langkah antisipasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Surabaya Pastikan KBM SDN Ujung V Surabaya Kembali Normal Pasca Genangan Air
Pemerintah Kota Surabaya memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Ujung V Surabaya berjalan normal setelah genangan air di halaman sekolah surut, dengan langkah antisipasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, mengonfirmasi bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Ujung V Surabaya telah kembali berjalan normal. Kondisi ini menyusul adanya genangan air di area halaman sekolah yang sempat menghambat pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin. Pihak Pemkot Surabaya telah mengambil langkah cepat untuk memastikan proses pendidikan tidak terganggu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan bahwa genangan air tersebut tidak memengaruhi aktivitas belajar mengajar di dalam kelas. Air yang sebelumnya menggenangi lapangan sekolah kini telah surut sepenuhnya, memungkinkan siswa untuk beraktivitas seperti biasa. Prioritas utama adalah menjaga kelancaran kegiatan akademik di sekolah tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Langkah-langkah ini termasuk pembersihan saluran air di sekitar lingkungan sekolah dan koordinasi lintas instansi. Penanganan cepat ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Febrina Kusumawati menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk memantau kondisi sekolah pasca-hujan lebat. Ia telah menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk mengecek semua lokasi yang berpotensi tergenang air. Antisipasi dini ini penting untuk mencegah terulangnya genangan yang sempat terjadi di SDN Ujung V Surabaya.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembersihan saluran air di sekitar SDN Ujung V Surabaya secara menyeluruh. Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan aliran air lancar dan tidak ada sumbatan yang dapat menyebabkan genangan. Upaya ini merupakan bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi di lingkungan sekolah.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan berkoordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Kolaborasi antar dinas ini diharapkan dapat memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi genangan air. Sinergi ini penting demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Febrina Kusumawati juga meninjau langsung lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekolah. Ia memastikan bahwa area yang sebelumnya tergenang kini sudah bersih dan tidak ada lagi genangan air. Genangan hanya terjadi di lapangan dan tidak sampai masuk ke dalam ruang kelas, sehingga KBM tetap bisa berlangsung.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Imam Syafi’i, menekankan pentingnya penanganan genangan air di lingkungan sekolah. Menurutnya, genangan di sekolah harus menjadi prioritas utama penanganan pemerintah kota. Kondisi ini berbeda dengan genangan di jalan umum yang mungkin dianggap biasa oleh masyarakat.

Imam Syafi’i menegaskan bahwa respons pemerintah harus secepat mungkin ketika sekolah tergenang banjir. Sekolah adalah tempat anak-anak menuntut ilmu, sehingga proses belajar mengajar tidak boleh terganggu. Terlebih lagi, kejadian ini terjadi di hari pertama masuk sekolah, yang bisa menimbulkan kesan negatif.

Keterlambatan dalam penanganan genangan air di sekolah dapat menimbulkan citra buruk bagi siswa dan orang tua. Hal ini bisa mengurangi kepercayaan mereka terhadap kehadiran dan kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Ia juga menyoroti bahwa SDN Ujung V berada di kawasan dengan kondisi sosial ekonomi warga yang relatif rentan. Di wilayah seperti ini, pendidikan memiliki peran krusial sebagai alat untuk memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, memastikan kelancaran proses pendidikan di sekolah ini menjadi semakin penting dan mendesak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi