Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri setempat mengadakan Operasi Pasar Murni (OPM) pada bulan Ramadhan 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga.
OPM dilaksanakan di halaman Kejaksaan Negeri Kota Kediri, menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dari pasaran. Masyarakat Kota Kediri cukup menunjukkan KTP untuk dapat membeli kebutuhan pokok tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Moh Ridwan, OPM melibatkan koordinasi erat dengan distributor. Tujuannya adalah memutus rantai distribusi sehingga harga jual bisa lebih terjangkau. Pemkot juga membantu biaya transportasi untuk menekan harga lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Dalam Operasi Pasar Murni Kediri ini, berbagai bahan pokok esensial ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif. Beras premium dijual seharga Rp68.000 per 5 kilogram, sementara beras medium Rp55.000 per 5 kilogram. Ketersediaan beras menjadi prioritas utama.
Selain beras, minyak goreng tersedia dengan harga Rp15.000 per liter dan gula pasir Rp16.000 per kilogram. Telur ayam juga dijual Rp26.000 per kilogram, memberikan pilihan bagi masyarakat. Harga-harga ini jauh di bawah harga pasar.
Komoditas lain seperti aneka cabai, bawang merah, dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp7.000 per pak. OPM juga menyediakan makanan ringan produksi UMKM lokal, mendukung perekonomian daerah. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Advertisement
Advertisement
Moh Ridwan menjelaskan bahwa meskipun ada komoditas sayuran yang harganya tinggi akibat cuaca ekstrem, pasokan kebutuhan masyarakat dipastikan tetap terpenuhi. Cuaca yang kurang mendukung telah mengurangi produksi petani, menyebabkan kenaikan harga. Operasi Pasar Murni Kediri menjadi solusi efektif.
Program OPM ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, tetapi juga bertujuan menstabilkan harga di pasaran. Diharapkan kegiatan ini dapat berimbas pada penurunan harga secara keseluruhan. Pemkot Kediri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Arfan Halim, menegaskan peran Kejaksaan dalam memantau distribusi. Kejaksaan juga mengawasi agar ketersediaan komoditas pangan tetap terjaga dengan harga murah. Sosialisasi kepada masyarakat tentang belanja bijak juga terus dilakukan.
Advertisement
Data triwulan I menunjukkan stok bahan pangan di Kota Kediri tetap tersedia, harga murah, dan pendistribusian lancar. Hal ini memastikan tidak terjadi kekurangan pasokan saat Lebaran. Kolaborasi Pemkot dan Kejaksaan ini penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Sumber: AntaraNews