Pemkab Sigi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Makassar, Optimalkan Potensi Ekonomi Lokal

Pemerintah Kabupaten Sigi serius dalam upaya Pengelolaan Sampah Sigi yang terintegrasi dan berkelanjutan, belajar dari keberhasilan Makassar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Makassar, Optimalkan Potensi Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Sigi serius dalam upaya Pengelolaan Sampah Sigi yang terintegrasi dan berkelanjutan, belajar dari keberhasilan Makassar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tengah berupaya keras untuk membangun tata kelola sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayahnya. Dalam langkah strategis ini, Pemkab Sigi secara khusus mempelajari sistem pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di Kota Makassar. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan terhadap penanganan limbah di Sigi, dari hulu hingga hilir.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa Kota Makassar telah menunjukkan kemandirian dan sistematisasi yang baik dalam mengelola persoalan persampahan. Sistem ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilahan awal, proses pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan akhir sampah secara terintegrasi. Keberhasilan Makassar menjadi acuan penting bagi Sigi dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang efektif.

Rizal menambahkan bahwa ke depan, Pemkab Sigi berencana untuk menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah. Kerja sama ini bertujuan agar seluruh sistem tata kelola sampah yang terintegrasi di Makassar dapat direplikasi dan diterapkan secara optimal di Kabupaten Sigi. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian Pemkab Sigi dari Kota Makassar adalah gerakan pengelolaan sampah plastik. Inovasi ini dianggap memiliki potensi besar untuk tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Pemkab Sigi berharap dapat mengadopsi model ini untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari limbah plastik di daerahnya.

Pengelolaan sampah plastik secara optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berlipat ganda. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, inisiatif ini juga berpotensi membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui pemilahan dan daur ulang, sampah plastik dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Bupati Rizal menyatakan harapannya agar dengan mempelajari sistem tata kelola sampah plastik ini, Sigi dapat memperoleh nilai tambah ekonomi. Potensi ini akan dikelola secara optimal oleh daerah, melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat dan petugas kebersihan. Langkah ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang mengedepankan pemanfaatan kembali sumber daya.

Kabupaten Sigi memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngatabaru dengan total luas mencapai 30 hektare. Saat ini, area yang baru termanfaatkan untuk pengelolaan sampah baru seluas lima hektare, menyisakan lahan yang masih sangat luas dan belum dikelola secara maksimal. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi besar untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Setiap harinya, TPA Ngatabaru di Sigi mampu menghasilkan sampah plastik hingga dua ton. Jumlah yang signifikan ini menunjukkan urgensi untuk segera menerapkan sistem pengelolaan yang efektif, khususnya untuk jenis sampah plastik. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, volume sampah plastik yang menumpuk dapat diminimalisir dan diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Melalui pengelolaan sampah plastik yang lebih baik, diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi petugas kebersihan dan masyarakat sekitar TPA. Peningkatan kesejahteraan ini menjadi salah satu target utama dari inisiatif kerja sama dengan Makassar. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi beban, melainkan juga sumber pendapatan dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi