Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tengah mempersiapkan program besar untuk merevitalisasi layanan air bersih bagi warganya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi air serta memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat luas. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan akses air bersih yang selama ini mungkin dihadapi sebagian penduduk.
Bupati Banyuasin, Askolani, menjelaskan bahwa program revitalisasi PDAM Tirta Betuah ini sedang menjajaki kerja sama dengan investor atau pihak ketiga. Keterlibatan pihak luar diperlukan mengingat besarnya kebutuhan dana yang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Dana tersebut sangat krusial untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan.
Meskipun Bupati Askolani awalnya ingin menggunakan anggaran daerah, keterbatasan dana membuat keputusan untuk melibatkan investor menjadi opsi percepatan. Proses persiapan dokumen dan penetapan investor diharapkan dapat segera rampung. Jika semua berjalan sesuai rencana, penandatanganan MoU dengan investor dijadwalkan setelah Lebaran Idul Fitri, menandai dimulainya proyek penting ini.
Advertisement
Advertisement
Revitalisasi layanan air bersih di Kabupaten Banyuasin memerlukan investasi finansial yang signifikan. Dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, sebuah jumlah yang sulit dipenuhi hanya dengan mengandalkan anggaran daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuasin secara aktif mencari mitra strategis dari kalangan investor atau pihak ketiga.
Bupati Askolani menegaskan bahwa keputusan untuk melibatkan investor adalah langkah pragmatis untuk mempercepat realisasi program. Dengan adanya dukungan finansial dari pihak ketiga, diharapkan proyek revitalisasi air bersih dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Keterlibatan investor ini juga menunjukkan komitmen Pemkab Banyuasin dalam mencari solusi inovatif untuk kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, proses persiapan dokumen dan seleksi investor yang tepat sedang berlangsung. Pemkab Banyuasin berupaya memastikan bahwa investor yang terpilih memiliki kapabilitas dan komitmen untuk mendukung percepatan pengembangan layanan air bersih. Keberhasilan dalam tahap ini akan menjadi fondasi penting bagi seluruh rangkaian proyek revitalisasi.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menargetkan penyelesaian perbaikan layanan air bersih dan peningkatan jangkauan pelanggan hingga akhir tahun 2026. Ini merupakan target ambisius yang menunjukkan urgensi Pemkab dalam menyediakan akses air bersih yang layak bagi seluruh masyarakat. Jika semua tahapan berjalan lancar, proyek ini akan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Jika berbagai persiapan berjalan sesuai rencana, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor diharapkan dapat dilakukan segera setelah Lebaran Idul Fitri. Momen ini akan menjadi titik awal dimulainya pekerjaan fisik di lapangan. Bupati Askolani berharap seluruh masyarakat Banyuasin dapat memberikan doa dan dukungan agar upaya revitalisasi air bersih ini berjalan lancar.
Dengan selesainya program revitalisasi ini, Bupati Askolani berharap pada awal tahun 2027, seluruh masyarakat Banyuasin dapat menikmati pasokan air PDAM setiap hari. Ini adalah visi besar yang akan membawa dampak positif signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Akses air bersih yang stabil dan berkualitas adalah hak dasar yang terus diupayakan oleh pemerintah daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews