Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah meluncurkan inisiatif penting untuk pemerataan akses digital. Mereka menyediakan akses internet gratis bagi 22 desa yang tergolong miskin di wilayahnya. Program ini bertujuan menjadikan desa-desa tersebut sebagai “desa internet” yang mandiri dan berdaya.
Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat pemerataan akses digital di wilayah pedesaan Sragen. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menjelaskan program ini merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Peresmian program ini dilakukan di Kampung Internet Sragen pada Rabu (05/11).
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat secara menyeluruh. Khususnya, program internet gratis Sragen ini menyasar peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi. Targetnya, 61 desa miskin di Sragen akan mendapatkan fasilitas serupa di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Program internet gratis ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama generasi muda di Sragen. Mereka kini dapat mengakses informasi dan berkomunikasi tanpa perlu khawatir biaya pulsa. Titik-titik internet gratis menjadi tempat berkumpul yang produktif bagi warga.
Bupati Sigit Pamungkas menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan daerah. Ia meyakini internet dapat menjadi solusi untuk berbagai persoalan di sektor strategis daerah. Salah satu sektor utama yang menjadi fokus adalah pertanian.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan fasilitas ini secara bijak. Ia menekankan agar akses internet digunakan untuk mendorong produktivitas sektor unggulan di daerah masing-masing. Hal ini disampaikan saat meresmikan program Kampung Internet di Kabupaten Sragen.
Advertisement
“Kita harapkan ketika (akses internet) masuk ke desa-desa ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang meningkatkan produktivitas sektor utama di daerah-daerah sekitar,” kata Meutya. Ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan fasilitas internet gratis ini secara optimal untuk kemajuan daerah.
Advertisement
Sigit Pamungkas menjelaskan bahwa sektor pertanian di Sragen menghadapi tantangan signifikan. Salah satunya adalah kesulitan mengkonversi lahan pertanian menjadi industri, yang memperlambat akselerasi kemajuan daerah. Kondisi ini mendorong pemerintah mencari solusi inovatif.
Namun, dengan adopsi teknologi seperti Internet of Things (IoT), harapan baru muncul untuk sektor pertanian. Pemanfaatan IoT melalui akses internet gratis dapat memajukan sektor pertanian di Sragen secara signifikan. Teknologi ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan para petani secara drastis.
“Ditengah pesimisme kita kesulitan untuk mengkonversi ke lahan industri, ini (pemanfaatan IoT) akan menjadi lebih mudah,” ujar Sigit. Ia menambahkan bahwa IoT dapat mengurangi biaya produksi petani. Pengurangan biaya ini diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen, memberikan dampak ekonomi yang besar.
Advertisement
Program ini telah membuka 87 titik akses internet di dua desa percontohan awal. Desa Sribit dan Desa Tlogotirto menjadi pionir dalam implementasi program internet gratis Sragen ini. Keberhasilan di desa-desa ini diharapkan dapat direplikasi ke desa-desa miskin lainnya di Sragen.
Sumber: AntaraNews