Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah pesisir. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kesulitan air bersih yang mulai melanda beberapa desa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak.
Sebanyak lima mobil tangki air bersih telah diberangkatkan menuju Desa Regei Lestari pada Jumat (30/1). Pengiriman ini memenuhi permintaan resmi dari masyarakat setempat yang membutuhkan pasokan air. Total 22 ribu liter air bersih disiapkan untuk warga Desa Regei Lestari.
Sebelumnya, pada Kamis (29/1), BPBD Kotawaringin Timur juga telah menyalurkan 22.000 liter air bersih ke Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pasokan ini merupakan respons atas permintaan resmi dari ketua RT, kepala desa, dan camat setempat. Upaya ini menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam menghadapi krisis air.
Advertisement
Advertisement
Musim kemarau mulai terasa di Kotawaringin Timur dengan berkurangnya intensitas dan curah hujan dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini tidak hanya memicu kebakaran lahan, tetapi juga menyebabkan masyarakat di sejumlah lokasi menghadapi kesulitan air bersih. Wilayah selatan, khususnya Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan, menjadi daerah yang paling merasakan dampaknya.
Kesulitan air bersih ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Sumur-sumur warga mulai mengering, mengurangi sumber air tawar yang tersedia. Selain itu, air sungai juga mulai payau atau terasa asin.
Fenomena air sungai yang menjadi asin ini diakibatkan oleh intrusi air laut yang masuk ke alur Sungai Mentaya. Intrusi air laut adalah masuknya air laut ke daratan yang dapat mencemari sumber air tawar. Kondisi ini membuat air sungai tidak layak konsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Advertisement
Advertisement
Pasokan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur didasarkan pada permintaan resmi dari masyarakat. Surat permintaan untuk Desa Regei Lestari ditandatangani oleh Camat Teluk Sampit, Rida Iswandi. Permintaan ini mencerminkan kebutuhan mendesak dari 77 kepala keluarga di desa tersebut yang bukan pelanggan Perumdam Tirta Mentaya Sampit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Meskipun pengajuan awal 20 ribu liter, BPBD menyiapkan 22 ribu liter untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melayani warganya.
Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya memperluas instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga ke Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit. Namun, tidak semua warga menjadi pelanggan air bersih dari perusahaan milik daerah tersebut. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan air bersih secara signifikan saat musim kemarau tiba.
Advertisement
Multazam juga menyampaikan harapannya agar kesulitan air bersih dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera berlalu. Ia menyebutkan bahwa sempat terjadi hujan singkat di daerah Ujung Pandaran. Hujan ini diharapkan dapat sedikit membantu mengatasi kekeringan yang terjadi.
Sumber: AntaraNews