Pria berinisial N (25) sempat beraktivitas normal setelah menghabisi istrinya, M (24) di kontrakan mereka, Jalan Cikedokan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Pelaku membunuh istrinya dengan cara menggorok leher korban. Seusai melakukan perbuatan sadis itu, pelaku memandikan jasad korban dan membersihkan bercak darah yang berceceran. Saat itu, dua anak korban berusia 18 bulan dan 3,5 tahun masih berada di dalam kontrakan.
"Sebelumnya (jasad korban) sudah dibersihin sama suaminya, dimandiin, jadi pas ke situ ya itu yang saya lihat (sudah bersih)."
Advertisement
Muki (41), pemilik kontrakan, Minggu (10/9).
Advertisement
Jasad korban ditemukan pada Sabtu (9/9) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Sebelumnya, pelaku telah menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat.
"Pelaku menyerahkan diri malam hari kira-kira jam 11 atau jam 12 malam, pas polisi datang, pelaku juga dibawa ke sini, tangannya diborgol," katanya.
Muki mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik, pembunuhan sadis itu dilakukan pada Kamis (7/9) malam. Seusai melakukan perbuatan biadab itu dia tetap beraktivitas seperti biasa pada pagi hari.
"Diceritain dari kantor kepolisian, jadi katanya kejadiannya itu Kamis kurang lebih jam 11 malam, nah paginya dia sempat nyuci, ngejemur, enggak ada yang curiga," katanya.
Sementara dua anak korban yang masih balita dititipkan ke orang tua pelaku. Saat itu pelaku beralasan istrinya tidak bisa ikut karena sudah berangkat kerja.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu muda berinisial M (24) tewas oleh N (25), suaminya di rumah kontrakan mereka, Jalan Cikedokan RT01 RW04, Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Advertisement
Tragisnya, saat pembunuhan terjadi, kedua anak korban yang masih balita berada di dalam rumah kontrakan. Pelaku yakni suami korban, sudah menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat.
Jasad korban ditemukan setelah ibu korban mendatangi rumah kontrakan pada Sabtu (9/9) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Saat itu dia melihat anaknya sudah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.
"Saya dibangunin anak saya, dia dengar karena digedor-gedor sama si ibu korban, saya keluar, begitu saya samperin kondisi ibunya sudah histeris, 'Pak tolong Pak, Mega kayaknya sudah enggak ada, minta tolong dicek."
Advertisement
Muki, pemilik kontrakan.
Advertisement
Muki bersama penghuni kontrakan lainnya langsung mengecek ke dalam kontrakan korban. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia.
"Posisinya korban di atas kasur dan diselimutin, ada luka di bagian leher, dan kalau muka emang sudah kelihatan lebam," katanya.