Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meradang. Ia mengecam keras praktik penyelundupan beras dan komoditas tani lainnya yang terjadi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
"Baru kami turun tadi pagi. Tindak tegas, saya bilang. Sudah ada tersangka, tapi saya minta bongkar sampai ke akar-akarnya. Ini mengkhianati bangsa yang kita cintai," kata Amran di Batam, Senin (19/1).
Hal itu disampaikan Amran usai menghadiri penindakan penyelundupan komoditas pangan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Karimun.
Sekitar 1.897 ton beras diduga bakal diselundupkan periode Mei hingga November 2025. Demikian barang bukti dalam pengungkapakn operasi tersebut.
"Ini mengkhianati 115 juta petani kita. Tidak boleh. Tidak boleh ada yang bermain-main, apalagi ini sudah ditetapkan Presiden bahwa kita sudah swasembada," ujar dia.
Hasil penindakan DJBC Kepri tidak hanya mencakup beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan lainnya, katanya menjelaskan.
Advertisement
Barang Bukti Dititipkan
Kini, barang bukti tersebut dititipkan oleh Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri antara lain beras, gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabai kering, hingga kacang tanah.
Advertisement
Amran Soroti Temuan Beras dari Tanjungpinang
Selain itu, Amran juga menyoroti temuan beras berasal dari Tanjungpinang. Hal itu dikatakan Amran menimbulkan kejanggalan, lantaran wilayah tersebut tidak memiliki lahan sawah.
"Yang menarik ini ya, beras ini dari Tanjungpinang. Padahal Tanjungpinang tidak punya sawah. Lalu mau dikirim ke Palembang, sementara Palembang surplus beras 1,1 juta ton," tegasnya. Seperti dikutip Antara.