Pemerintah telah menonaktifkan 13,5 juta orang penerima BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada tahun 2025. Hal ini disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat rapat bersama dengan DPR di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
"Jadi kami laporkan bahwa tahun lalu misalnya kita menonaktifkan 13,5 juta penerima bantuan iuran. Ada 87.591 yang melakukan reaktivasi. Jadi tahun 2025 ini sudah kita laksanakan untuk menonaktifkan 13,5 juta yang melakukan reaktivasi 87 ribu," kata Gus Ipul dalam rapat.
Selain itu, Gus Ipul menuturkan, ada penerima berpindah ke segmen mandiri dari 13,5 juta peserta segmen PBI dinonaktifkan. Sehingga penonaktifan itu sudah tepat karena dianggap sudah mampu secara mandiri.
"Atau juga ada yang langsung diambil alih oleh pemerintah daerah bagi daerah yang telah UHC. Yang sudah Universal Hedge Coverage. Jadi otomatis seluruh warganya itu sudah dibiayai oleh APBD mereka," ujar Gus Ipul.
Advertisement
Gus Ipul menegaskan, penonaktifan 13,5 juta peserta BPJS PBI pada tahun 2025 tersebut sudah sesuai dengan data Kemensos.
"Jadi saya ulang lagi, 13 juta lebih yang kita nonaktifkan, 87 ribu lebih di antaranya melakukan reaktivasi dan sebagian lagi berpindah menjadi peserta mandiri dan sebagian lagi dibiayai oleh pemerintah daerah," ujar Gus Ipul.
Advertisement
Gus Ipul kemudian memberikan beberapa gambaran peserta penerima bantuan iuaran dinonaktifkan.
"Ini sedikit gambaran tentang peserta yang kita nonaktifkan. Namanya Dalimin, desil 10. Rumahnya seperti dalam gambar ini, ada aset motornya. Ini peserta yang kita nonaktifkan," ujar Gus Ipul.
"Kemudian ada Jamhuri, desil 7. Aset-aset rumahnya seperti ini. Nah kemudian kita alihkan ke mana? Jadi ini banyak yang menganggapkan kayaknya ini dikurangi," sambung Gus Ipul.
Gus Ipul memastikan tidak ada peserta BPJS PBI yang dikurangi, akan tetapi direalokasi. Salah satu relokasi itu ke salah satu warga bernama Apendi yang masuk kategori desil 1.
"Ini baru di Januari 2026. Kondisi rumahnya seperti ini. Ini adalah Monem, desil 1, penerima baru Januari 2026. Kondisi aset rumahnya seperti ini. Jadi ini adalah kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai dengan alokasi yang kita miliki," pungkas Gus Ipul.