Menlu Sugiono Sebut Yordania Siap Dukung Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina
Sugiono turut mendampingi Prabowo dalam pertemuannya dengan Raja Abdullah II di Istana Basman, yang terletak di Amman, Yordania.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa Yordania menunjukkan komitmen dan kesiapan untuk mendukung Indonesia dalam pengiriman pasukan demi menjaga perdamaian di Gaza, Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sugiono setelah mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Yordania, pada Rabu (25/2).
“Intinya adalah bahwa Yordania juga siap memberikan dukungan dan support-nya kepada Indonesia pada saat nanti kita mengirimkan pasukan,” ujar Sugiono di Amman, Yordania, pada hari yang sama. Selain itu, ia menambahkan bahwa Yordania juga bersedia membantu Indonesia dalam aspek militer.
Sugiono menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Raja Abdullah II membahas tindak lanjut dari berbagai kerja sama yang telah dibicarakan saat kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia pada November 2025.
“Kemudian beberapa hal yang sifatnya teknis dari segi militer juga akan saling bantu. Selain itu juga ada pembicaraan mengenai beberapa kerjasama yang selama ini sudah dibicarakan pada saat kunjungan terakhir yang kemarin dari Raja Yordania ke Jakarta juga,” jelasnya.
Sugiono menambahkan bahwa terdapat beberapa progres yang sedang berlangsung dan akan ada tindak lanjut untuk beberapa hal yang masih diperlukan untuk ditindaklanjuti.
Prabowo Ungkap Alasan Gabung BoP
Pada Rabu, 25 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II ibn Al Hussein dari Kerajaan Yordania Hasyimiah di Istana Basman, Amman. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menguraikan alasan di balik keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dia menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan dukungan terhadap rencana 20 poin yang diusulkan oleh Trump merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mencari solusi jangka panjang terhadap konflik yang ada.
"Itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Board of Peace dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Donald Trump, semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa, guna mencapai solusi yang langgeng tersebut," ungkap Prabowo dalam siaran pers yang dirilis pada hari yang sama.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam konteks konflik Palestina.
Dia menekankan bahwa Indonesia siap melakukan berbagai langkah konkret untuk mendorong tercapainya solusi damai yang berkelanjutan. Menurutnya, solusi dua negara dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang abadi.
"Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng dan menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka," tuturnya.
Komitmen Indonesia Perjuangkan Solusi Dua Negara
Sementara itu, Raja Abdullah II memberikan penghargaan atas komitmen Indonesia dalam mencari solusi dua negara terkait konflik global. "Peran bangsa Anda, saya pikir, dalam semua tantangan di wilayah itu sangat penting. Saya tahu betapa Anda berkomitmen pada solusi dua negara, betapa Anda menghargai masa depan orang-orang positif," ungkap Raja Abdullah saat pertemuan dengan Prabowo.
Dia menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia sangatlah krusial. Raja Abdullah II juga memuji dedikasi Prabowo dan Indonesia dalam melindungi masyarakat global, salah satunya melalui pendekatan solusi dua negara.
"Ini adalah sesuatu, jelas, yang menghangatkan hati kita. Saya tahu bahwa Anda berkomitmen untuk kedamaian dan ketenangan yang besar. Dan sekali lagi, komitmen Anda yang sungguh-sungguh untuk melindungi orang-orang, kita semua, saya pikir, sangat penting," tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Raja Abdullah II juga menyatakan kesiapan Yordania untuk mendukung peran Indonesia dalam upaya tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang strategis baik dalam aspek politik maupun ekonomi.
"Saya menantikan diskusi ini tentang bagaimana kita dapat membantu saudara dan saudari kita dalam usaha ini," ujarnya.