Menkomdigi Ajak Warga Sergai Jadi Pahlawan Digital, Tekankan Pentingnya Literasi Digital Sergai

Ribuan warga Sergai antusias ikuti pertunjukan rakyat bersama Menkomdigi Meutya Hafid yang menyerukan pentingnya Literasi Digital Sergai untuk melindungi generasi muda dari bahaya internet.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menkomdigi Ajak Warga Sergai Jadi Pahlawan Digital, Tekankan Pentingnya Literasi Digital Sergai
Ribuan warga Sergai antusias ikuti pertunjukan rakyat bersama Menkomdigi Meutya Hafid yang menyerukan pentingnya Literasi Digital Sergai untuk melindungi generasi muda dari bahaya internet. (AntaraNews)

Ribuan warga Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, memadati Lapangan Sepak Bola Desa Firdaus pada Sabtu malam. Mereka hadir dalam pertunjukan rakyat bersama Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid. Acara ini bertujuan menggalang kesadaran akan pentingnya literasi digital di era modern.

Meskipun hujan rintik mengguyur, antusiasme masyarakat tidak surut untuk mengikuti kegiatan ini. Menkomdigi Meutya Hafid memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan krusial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi "pahlawan digital" demi masa depan generasi muda.

Kegiatan yang mengusung tema "PP Tunas Wujudkan Semangat Hari Pahlawan di Era Digital" ini juga dihadiri oleh pejabat penting. Turut hadir Dirjen Komunikasi Publik dan Media (DJKPM) Fidi Aleyda Yahya dan Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan. Mereka semua mendukung upaya peningkatan pemahaman digital di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Meutya Hafid secara tegas mengajak masyarakat untuk mengambil peran sebagai pahlawan digital. Peran ini krusial dalam melindungi anak-anak dari berbagai bahaya yang mengintai di dunia maya. Perjuangan di masa kini tidak lagi mengandalkan bambu runcing, melainkan dengan menjaga generasi muda agar bijak dan aman menggunakan internet.

Meutya Hafid menyoroti ancaman nyata yang dihadapi anak-anak di internet. "Kalau dulu kita berjuang dengan bambu runcing, sekarang di era digital kita berjuang melindungi anak-anak kita. Bahayanya nyata ada pornografi, judi online, perundungan, bahkan perdagangan anak. Pemerintah bisa membuat aturan, tapi yang menjaga anak-anak setiap hari adalah orang tua," ujarnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah menetapkan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 13 tahun sebagai bentuk perlindungan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun literasi digital keluarga. Menkomdigi juga memohon bantuan para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar menggunakan internet secara sehat dan produktif.

Selain fokus pada perlindungan, Menkomdigi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai wadah positif. Platform digital dapat menjadi sarana ekonomi kreatif yang menjanjikan. Warga dapat berjualan melalui platform seperti Facebook atau TikTok, membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian lokal.

Namun, Meutya Hafid juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi hoaks dan penipuan online yang merugikan. "Kalau hoaks harus dihapus, jangan diteruskan lagi. Kalau ada penipuan, laporkan ke pihak berwajib agar pelakunya bisa ditindak," tegasnya. Hal ini penting untuk menjaga ekosistem digital yang sehat dan terpercaya.

Menkomdigi juga berpesan agar nilai-nilai kearifan lokal tetap dijaga dalam menggunakan media sosial. "Tanah Serdang Bedagai ini tanah bertuah dan beradat. Mari kita bawa nilai-nilai itu ke dunia digital agar media sosial menjadi sarana kebaikan, bukan kebencian," tambahnya. Pesan ini menekankan pentingnya etika digital yang selaras dengan budaya setempat.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Meutya Hafid beserta jajaran. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial. Penggunaan media sosial yang bertanggung jawab sangat penting bagi keharmonisan sosial.

Adlin juga menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang baik untuk bersilaturahim dan berbagi informasi. "Media sosial bisa menjadi sarana yang baik untuk bersilaturahim dan berbagi informasi, asalkan digunakan dengan bijak. Jangan sampai jadi tempat menyebar kebencian dan berita bohong," ucap Adlin.

Ia juga menyoroti maraknya praktik judi online yang kini merambah berbagai lapisan masyarakat. "Kita harus menjauhkan diri dari judi online. Awalnya hanya iseng, tapi bisa menjadi kebiasaan buruk yang merugikan diri dan keluarga," ujarnya. Peringatan ini disampaikan untuk melindungi warga dari dampak negatif perjudian online yang merusak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi