Menguak Fakta-Fakta Polisi Salah Tangkap, Pencari Bekicot Dituduh Maling Mesin Pompa Air

Saat sedang sibuk dengan aktivitasnya, korban dihampiri oleh segerombolan orang di antaranya polisi berinisial IR.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Menguak Fakta-Fakta Polisi Salah Tangkap, Pencari Bekicot Dituduh Maling Mesin Pompa Air
Menguak Fakta-Fakta Polisi Salah Tangkap, Pencari Bekicot Dituduh Maling Mesin Pompa Air (Merdeka.com)

Kusyanto (38) yang awalnya sedang mencari bekicot di pinggir kali Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Minggu (2/3), diintimidasi polisi lantaran dipaksa mengakui melakukan pencurian sejumlah barang.

Saat sedang sibuk dengan aktivitasnya, korban dihampiri oleh segerombolan orang di antaranya polisi berinisial IR, kemudian korban dituding mencuri pompa air.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya ingin IR meminta maaf secara langsung dan nama baik saya dipulihkan. Saya sakit hati, malu dan takut pergi keluar," ungkap Kusyanto dalam pernyataannya.

Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto, membenarkan kejadian itu, dan karena tidak ada bukti tuduhan terhadap Kusyanto, kemudian ia dilepas dengan diserahkan lagi ke keluarganya yang disaksikan oleh Kepala Desa dan disertai Berita Acara Penyerahan.

Kabarnya, IR saat ini sedang diperiksa atas keterlibatannya dalam penangkapan ini. Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono saat dihubungi oleh Merdeka.com, Minggu (9/3).

"Saat ini, anggota tersebut sedang kami periksa," ungkap Ike mengonfirmasikan.

Berikut fakta-fakta kasus polisi salah tangkap ini:

Kusyanto ditangkap polisi saat sedang mencari bekicot di sawah. Dia tidak mengira bakal dituduh sebagai pencuri mesin pompa air.

"Demi Allah, saya bukan pencuri. Keseharian cuma berburu bekicot untuk dijual," tutur Kusyanto sambil terisak menangis saat ditemui di rumahnya.

Kusyanto telah dikembalikan dengan disaksikan perangkat desa setelah dinyatakan tidak bersalah.

Dalam video yang beredar, Kusyanto duduk di kursi dengan pasrah karena diintimidasi. Kedua tangannya terikat ke belakang dan diinterogasi oleh IR.

Saat proses penangkapan, mulut Kusyanto dicengkeram IR menggunakan tangan kanannya hingga wajahnya mendongak ke atas.

Kemudian, IR mencekik leher Kusyanto dengan tangan kirinya, serta kepalan tangan kanan IR yang menekan jidat Kusyanto. Aksi tidak pantas itu dilakukan di ruang tamu warga hingga menjadi tontonan banyak orang.

Awalnya, warga sering laporan kehilangan barang, seperti pompa air dan onderdil mesin diesel dalam beberapa bulan terakhir.

Lantas, warga mencurigai Kusyanto yang sedang istirahat setelah berburu bekicot di pinggir saluran persawahan Desa Suru, Kecamatan Geyer, sebagai pencuri, Minggu (2/3) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu motornya terparkir di lokasi. Warga yang melihat kemudian menghubungi Aipda IR, anggota Polsek Geyer yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Kepala Kepolisian Resor Grobogan itu menuturkan, kasus salah tangkap ini berawal dari IR mendapat laporan dari warga desa. "Anggota tersebut ditelpon warga, ada yang dicurigai melakukan pencurian. Jadi dapat penyerahan dari warga," katanya Senin, (10/3).

Menurut dia, di wilayah tersebut kerap terjadi pencurian alat untuk mengairi lahan pertanian tersebut. "Karena sekitar tempat tersebut sering kehilangan pompa air ataupun onderdil mobil," ujar Ike.

Reporter magang: Fitry Faadhilah

Rekomendasi