Menengok Ketatnya Seleksi Sekolah Kemala Taruna Bhayangkara, Jenderal Bintang 4 Pastikan Tak Ada Intervensi
Dari 11.000 pelamar terpilih 120 (siswa) untuk Kemala Taruna Bhayangkara dan 67 untuk Global Darussalam Academy.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan sekolah unggulan Akademi Kader Bangsa yaitu SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Global Darussalam Academy, Minggu (20/7). Sekolah ini berada di Pakem, Kabupaten Sleman, DIY.
Selain Listyo Sigit hadir pula Menteri PMK Pratikno, Wamenkeu Anggito Abimanyu. Hadir pula Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia Dirgayuza Setiawan dan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia Miftah Sabri dan Pendiri Yayasan Sunni Global Darussalam Muhammad Romahurmuziy atau Romi.
Listyo Sigit menyebut pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara sejalan dengan ide Presiden RI Prabowo Subianto tentang pendirian Sekolah Unggulan.
Listyo menerangkan ada sejumlah tahapan dalam seleksi penerimaan siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Seleksi ini meliputi seleksi dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.
Seleksi ini berupa mata pelajar IPA, Matematika hingga Bahasa Inggris dengan nilai minimal 80. Selain itu adapula tes kesehatan, psikologi, dan jasmani. Hingga akhirnya, dari 11.000 pelamar terpilih 120 (siswa) untuk Kemala Taruna Bhayangkara dan 67 untuk Global Darussalam Academy.
"Saya bangga dan berkali-kali menceritakan hal itu karena saya sebagai seorang Kapolri, enggak bisa mengintervensi atau menentukan kelulusan mereka," sambung Listyo Sigit.
Generasi Emas
Listyo berharap para siswa ini ke depannya bisa menjadi calon pemimpin bangsa baik di tingkat nasional maupun global pada 2045 mendatang.
"Kalian adalah mutiara-mutiara yang tersebar dan saat ini kami temukan. Ibarat. emas kalian akan dididik, digembleng menjadi emas 24 karat. Nanti kita akan berdiri dengan bangga dan tersenyum adik-adik ini menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045," terang Listyo Sigit.
Listyo menitipkan kepada seluruh guru, pembina yang ada di akademik, maupun pengasuh agar benar-benar mendidik dan membentuk mereka.
"Sehingga betul-betul menjadi emas 24 karat," imbuh Listyo Sigit.