Mencicipi Putu Kambang, kudapan khas Nagari Kambang pesisir selatan

Minggu, 3 Desember 2017 07:05 Reporter : ER Chania
Mencicipi Putu Kambang, kudapan khas Nagari Kambang pesisir selatan Putu Kambang makanan Khas Nagari Kambang Pesisir Selatan. ©2017 Merdeka.com/Riki Chandra

Merdeka.com - Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Pesisir Selatan Sumatera Barat, tanpa mencicipi kue putu spesial yang terdapat di pasar tradisional Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Kudapan khas ini dikenal dengan nama Kue Putu Kambang.

Tekstur dan sajian Kue Putu Kambang berbeda dari putu-putu yang ada pada biasanya. Dibungkus daun pisang, ukurannya pun bervariasi. Adonannya bercampur beras pulut, kukusan kelapa dibubuhi gula aren atau gula nira enau.

Sesuai namanya, kue Putu Kambang sangat sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional lain, selain di pasar yang ada di Kecamatan Lenganyang. Seperti dikatakan Ema (55), rata-rata penjual putu Kambang adalah warga Nagari Kambang. Jarang ditemukan penjualnya selain dari warga Kambang.

"Putu Kambang ya adanya di Kambang. Sebab, rata-rata yang dagangan putu Kambang, ya orang Kambang secara turun-temurun," sebut Tek Ema warga Koto Baru, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang saat ditemukan di Pasar Sabtu Kambang, Sabtu (2/12).

Usaha ini sudah dilakoni sejak 1985 dari hasil usaha orangtuanya. Menurut Etek, keberadaan kue Putu terbatas. Hasil produksinya, hanya bisa ditemukan saat hari pasar di Lengayang.

"Dulu memang ada yang berjualan jauhnya sampai ke Batangkapas, Painan. Tetapi, saat ini tidak lagi, karena yang berjualan sudah tua semua, jadi mungkin bisa dikatakan tidak ada dijual selain dari hari pasar Balai Kami, Pasar Sabtu Kambang dan Lakitan," jelasnya.

Kue Putu Kambang dijual mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per porsi. "Kalau yang ukuran kecil 6 buah Rp 10.000, yang besarnya 3 Rp 10.000. Kalau untuk disimpan bisa tidak basi selama dua hari, siap masak,"jelasnya.

Etek juga mengatakan, tidak banyak penjual kue tradisional ini. Bahkan bisa dikatakan, hanya tinggal 1 sampai 5 orang saja yang menjual kue tersebut.

"Harapan kami, harus ada penerus, karena ini satu-satu khas putu yang ada di kambang. Seperti, dilihat saat ini, semua usia yang berjualan hampir sama seusia saya, bahkan ada yang lebih," jelasnya lagi.

Lanjutnya, Putu Kambang ini sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh atau keluarga yang pulang dari pasar, ataupun para wisatawan yang sengaja lewat di Kambang. Namun, Putu ini tidak bisa ditemukan di pasar tradisional lainnya, dan tidak juga ada tempat produksi yang siap melayani pembeli setiap harinya.

"Kalau lain, dari hari-hari pasar yang ada di Kambang. Kami memang tidak ada yang jualan, jika hanya ingin membeli ya hari-hari di pasar Kambang saja," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini