Kabar duka menyelimuti dunia hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, dikonfirmasi meninggal dunia pada Sabtu, 8 November. Berita ini disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, di Jakarta.
Kepergian sosok yang pernah memimpin lembaga antirasuah ini sontak mengejutkan banyak pihak. Boyamin Saiman mengajak seluruh masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum. Ia juga meminta doa agar amal ibadah Antasari diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Prosesi shalat jenazah direncanakan akan diselenggarakan setelah waktu Ashar di Masjid Asy Syarif. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh rekan-rekan jaksa dan pengurus masjid setempat. Kehilangan Antasari Azhar dirasakan sebagai duka mendalam bagi keluarga dan institusi KPK.
Advertisement
Advertisement
Boyamin Saiman, selaku kuasa hukum Antasari Azhar, menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi kabar duka ini. Ia menyatakan, "Betul, barusan konfirmasi ke teman-teman jaksa yang lain dan ke pengurus Masjid Asy Syarif, memang akan diselenggarakan shalat jenazah Pak Antasari ba'da Ashar." Boyamin sendiri merupakan jamaah di masjid tersebut, sehingga informasi tersebut sangat valid.
Dalam pernyataannya, Boyamin Saiman juga menyampaikan permohonan tulus kepada seluruh masyarakat. "Mohon doanya. Mohon dimaafkan segala hal kesalahannya dan kita doakan semua mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya di akhirat," ujarnya. Permohonan ini mencerminkan harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepergian Antasari Azhar meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang terdekatnya dan juga publik. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama hidupnya. Masyarakat diharapkan dapat memberikan penghormatan terakhir dengan tulus mendoakan almarhum.
Advertisement
Advertisement
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Antasari Azhar. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengungkapkan rasa kehilangan yang besar. Ia menyebut Indonesia kehilangan sosok yang tangguh dan berkomitmen kuat dalam pemberantasan korupsi.
Fitroh Rohcahyanto juga menyampaikan doa terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. "Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," kata Fitroh. Pernyataan ini menunjukkan penghargaan KPK terhadap dedikasi Antasari selama menjabat.
Senada dengan itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian Antasari Azhar. Budi berharap segala ikhtiar Antasari dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi amal ibadah. "Semoga ikhtirnya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi amal ibadah yang melapangkan di surga Allah SWT," tambahnya.
Advertisement
Kepergian Antasari Azhar menjadi pengingat akan pentingnya perjuangan melawan korupsi yang tak pernah usai. Dedikasinya selama menjabat sebagai Ketua KPK akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah lembaga. Warisan perjuangan Antasari diharapkan dapat terus menginspirasi generasi penerus dalam menjaga integritas bangsa. Semangatnya dalam menegakkan keadilan akan selalu menjadi teladan bagi para penegak hukum di masa depan.
Sumber: AntaraNews