Mahfud Kunjungi Natuna: Pulau Terluar Tidak Boleh Lepas dari Indonesia

Rabu, 24 November 2021 12:30 Reporter : Yan Muhardiansyah
Mahfud Kunjungi Natuna: Pulau Terluar Tidak Boleh Lepas dari Indonesia Mahfud Kunjungi Natuna: Pulau Terluar Tidak Boleh Lepas dari Indonesia. ©ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam.

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan agar pulau-pulau terluar Indonesia jangan sampai lepas dan diambil negara lain.

"Ini memang isunya tidak popular dan tidak banyak yang tahu, tapi kita jaga terus setiap hari. Semua upaya kita lakukan untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Tanah dan perairan tidak boleh sejengkal pun hilang dari kekuasaan, kedaulatan hukum, dan teritori kita," kata Mahfud saat bertolak ke Pulau Sekatung dan Pulau Laut menggunakan helikopter dari KRI Semarang di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (24/11).

Mahfud dalam siaran persnya menegaskan pemerintah tidak pernah membiarkan penjagaan kedaulatan wilayah Indonesia lengah atas segala bentuk ancaman. Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini beserta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP memastikan kelangsungan penjagaan kedaulatan dari pulau-pulau terluar Indonesia.

Dalam kegiatan di Natuna, Mahfud dan Tito didampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali dan Bupati Natuna Wan Siswandi.

Menurut Mahfud, bangsa Indonesia harus bangga dan menjaga kekayaan, yakni 17.504 pulau, termasuk pulau kecil, seperti Pulau Sekatung dan Pulau Laut, sebagai bagian dari pulau-pulau terluar Indonesia.

Pulau Sekatung adalah pulau terluar dan paling utara dari wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang terletak di Laut Cina Selatan dan berbatasan dengan negara Vietnam. Pulau Laut juga merupakan kecamatan terluar di Kabupaten Natuna.

Baca juga:
Pemerintah Terus Perkuat Pertahanan di Laut Natuna
Sapa Prajurit TNI, Jokowi Terima Laporan Ada Kapal China dan AS Melintas di Natuna
Pantau Lewat Udara, Pangkoarmada I Sebut Isu Ribuan Kapal Asing di Natuna Tidak Benar
Dasco: Prabowo Jawab Ancaman Kapal Perang China di Natuna
DPR: Pemerintah Harus Serius Tangani Pelanggaran Kedaulatan di Natuna
CEK FAKTA: Hoaks Tangkapan Layar Berita Nelayan Natuna Dibayangi Kapal Kuwait

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini