Logo Branding Kota Samarinda Diduga Jiplak Logo Desainer Amerika George Bokhua

Jumat, 1 Februari 2019 19:57 Reporter : Saud Rosadi
Logo Branding Kota Samarinda Diduga Jiplak Logo Desainer Amerika George Bokhua Logo Magnificent Samarinda diduga plagiat. ©Istimewa

Merdeka.com - Logo branding kota Samarinda, yang diluncurkan tepat di hari jadi kota Samarinda ke-351 pada 21 Januari 2019 lalu, jadi viral di media sosial. Warganet menduga logo 'Magnificent Samarinda' itu menjiplak karya desainer logo George Bokhua, asal Amerika Serikat. Konsultan pembuat logo, Citiasia pun membantah.

Penelusuran merdeka.com, George Bokhua, lebih dulu mengunggah logo menyerupai 'M' pada 11 November 2015, pada akun instagram pribadinya. Empat tahun kemudian, logo branding 'Magnificent Samarinda' muncul dengan logo yang mirip.

Hampir sepekan, logo branding kota Samarinda itu pun jadi viral di media sosial, dan disandingkan logo yang didesain George Bokhua. Apalagi, Pemkot mengucurkan dana Rp 600 juta, untuk mendesain logo, yang didesain konsultan Citiasia asal Jakarta, sebagai pemenang tender.

Direksi Citiasia turun langsung memberikan penjelasan. Mereka membantah, telah mencuri karya George Bokhua, yang sejatinya tidak mereka kenal sebelumnya.

"Tolong jangan sekadar fokus pada logo. Saya tidak mau bahas Rp 600 juta, itu kecil sekali. Konsultan logo internasional bisa sampai Rp 15 miliar," kata Farid, dalam keterangan pers di Yens Delight Cafe, Jalan Ir H Juanda, Samarinda, Jumat (1/2).

Farid menggarisbawahi, output dari branding itu, bukan hanya sekadar logo, melainkan bagaimana membangun kota kedepan. "Kami tidak kenal George, yang mana logonya saya tidak tahu. Logo itu cuma dijual puluhan dolar saja," sebut Farid.

"Haknya beliau (George Bokhua) juga, ya boleh juga dia ngomong begitu (menuding Citiasia mencuri logo). Tapi kami tidak melakuian itu, tidak ada sama sekali mencuri," tambahnya lagi.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda, sebagai pemilik proyek logo branding Samarinda mengatakan, logo branding sebagai gambaran Samarinda sebagai smart city.

"Ada proses penjang, hingga akhirnya selesai blue print dan branding kota. Mimpi Samarinda, bisa seperti Semarang, Bandung dan Bali. Logo itu, bagian kecil dari blue print," kata Kepala Bappeda Kota Samarinda, Asli Nuryadin. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Plagiarisme
  3. Kasus Plagiat
  4. Samarinda
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini