Lima Tanjakan Ekstrem di Sumatera Barat Rawan Kecelakaan, Tak Lihai Nyetir Jatuh ke Jurang Dalam
Tanjakan-tanjakan ekstrem ini bisa berbahaya dan memicu terjadinya kecelakaan.
Selain dikenal dengan objek wisata alam yang memukau serta kuliner yang menggugah selera, Provinsi Sumatera Barat juga terkenal akan tanjakan ekstrem yang memacu adrenalin para pengendara.
Beberapa tanjakan tersebut ada yang menjadi jalan penghubung ke provinsi tetangga.
Bagi pengendara yang ingin melewati tanjakan ini sangat dibutuhkan keterampilan yang memadai dan kewaspadaan, tanjakan-tanjakan ekstrem ini bisa berbahaya dan memicu terjadinya kecelakaan.
Supaya Anda tetap waspada dan berhati-hati saat bepergian, berikut deretan tanjakan ekstrem di Sumatera Barat yang telah merdeka.com rangkum untuk Anda:
1 Kelok 44
Kelok 44 adalah adalah jalan yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi, terletak di Kabupaten Agam. Nama Kelok 44 merujuk pada 44 tikungan tajam.
Kemiringan kelok 44 berkisar 45 hingga 60 derajat yang terletak di daerah lereng perbukitan Danau Maninjau dengan dihiasi persawahan berundak-undak.
Inilah deretan tanjakan ekstrem di Sumatera Barat yang memacu adrenalin. Apabila Anda ingin melewati jalan tersebut selalu utamakan keselamatan dan hati-hati saat berkendara.
2. Kelok Sembilan
Kelok sembilan adalah salah satu ikon jalan lintas Sumatera Barat yang terkenal dengan keindahan sekaligus tantangannya. Jalan ini terdiri dari dengan enam jembatan dengan lebar 13,5 meter dan ditopang pilar setinggi sekitar 60 meter.
Kelok sembilan berada di Kabupaten Lima Puluh Kota penghubung Provinsi Sumatera Barat dengan Riau. Sepanjang kelok sembilan pengendara akan disuguhkan oleh pemandangan perbukitan hijau yang menyejukan mata dan tebing curam.
Kawasan ini kerap dipadati kendaraan dan wisatawan yang singgah untuk berfoto atau sekadar menikmati udara sejuk khas pegunungan, sekaligus rawan macet, terutama ketika libur.
3. Silaing
Silaing merupakan jalan penghubung Kota Padang dengan Bukittinggi ataupun sebalik. Jalan ini memiliki tanjakan tajam, dan diapit tebing serta jurang yang curam. Dasar jurang terdapat sungai yang dipenuhi bebatuan.
Beberapa tanjakan tajam di jalur ini menuntut keberanian dan kewaspadaan, pengendara harus cermat memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, karena tak sedikit insiden kecelakaan lalu lintas.
4. Malakak
Malalak adalah jalan alternatif yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi yang berada di Kabupaten Agam.
Jalan ini memiliki medan yang berbukit dan berkelok dengan tanjakan tajam dan tikunggan yang sempit, sehingga tidak jarang kendaraan dari arah berlawanan harus bergantian untuk melewati jalan tanjakan tersebut.
Malalak juga kerap terdapat kabut tipis, terutama ketika cuaca buruk sehingga membatasi pandangan dan menambah kesan mencekam.
5. Sitinjau Lauik
Sitinjau Lauik adalah jalan yang menghubung Kota Padang dan Solok, sekaligus jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Jambi.
Sitinjau Lauik jalan paling tersohor di mata netizen Indonesia dengan kemiringan tanjakan mencapai 45 derajat. Selain tanjakannya yang ekstrem, sebelah kiri dan kanan jalan juga memiliki tebing tinggi yang rawan longsor dan jurang curam.
Sitinjau Lauik juga kerap terdapat kabut tipis, terutama ketika cuaca buruk sehingga membatasi pandangan dan menambah kesan mencekam.
Di sepanjang jalan Sitinjau Lauik pengendara bisa menemukan Pak Ogah, (sebutan untuk warga sekitar) yang dengan sigap membantu mengatur arus lalu lintas serta menolong kendaraan yang kesulitan menanjak.
Sayangnya, keganasan Sitinjau Lauik tidak pandang bulu. Mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk besar pernah menjadi korban di jalur ini. Banyak kendaraan yang gagal menanjak atau bahkan hilang kendali saat menurun, hingga akhirnya terperosok ke jurang yang mengintai di sisi jalan.