Kronologi penggerebekan tempat spa gay di Harmoni

Sabtu, 7 Oktober 2017 19:06 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kronologi penggerebekan tempat spa gay di Harmoni Gay diciduk di tempat spa kawasan Harmoni. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota dari Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek T1 atau Teritori Sauna di Ruko Plaza Harmoni Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/10) malam. Penggerebekan dilakukan setelah lokasi tersebut diduga dijadikan tempat prostitusi pria pecinta sesama jenis atau gay.

Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Argo Yuwono menjelaskan, penggerebekan dilakukan berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan tempat kebugaran di Ruko Plaza Harmoni. Ketika di lokasi, polisi menemukan sedang berlangsung pesta seks sesama jenis.

Di dalam lokasi tersedia kamar-kamar dan kolam renang serta fasilitas kebugaran untuk memuaskan nafsu seksnya. Namun polisi masih menyelidiki aktivitas terselubung dari tempat spa itu.

"Saat itu gelap sekali," ucap Argo di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).

51 orang diamankan dari penggerebekan tersebut. Dari puluhan orang itu diamankan empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

"Pengunjung setelah indentifikasi kita foto dan jadikan saksi nanti kita pulangkan. Saksi ini kita perlakukan baik, turun gunakan pakaian lengkap, naikan mobil," ujar Argo.

Pengelola Spa bersama karyawannya dijadikan tersangka terkait kasus ini. Mereka dijerat pasal 30 jo Pasal 4 ayat 2 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 dan atau pasal 296 KUHP atas penyedia jasa protistusi.

"Ancaman 6 tahun, kita menetapkan 6 orang tersangka, 1 orang inisial H masih DPO. Tersangka, GG, GCMP, NA, ES dan K. Ada lima yang hari ini dilakukan penahanan," kata Argo.

Argo belum mau membeberkan lebih jauh mengenai operasi tempat sauna tersebut. Sudah berapa lama beroperasi maupun bagaimana cara komunitas itu berhubungan.

"Ini baru tadi malam, baru juga kita akan periksa detil mendetil. Tunggu saja," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola tak menampik menyediakan tempat sesama pria melepaskan hasrat seksualnya. Namun pengelola membantah menyediakan layanan seksual karena hanya memperkerjakan pegawai biasa dan petugas kebersihan .

"Office Boy ada, terapis nggak ada. Sesama dan saling suka dan lihat-lihatan," aku pengelola yang tak mau disebut namanya ketika diinterogasi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto, Sabtu (7/10).

Dia mengatakan, rata-rata para pengunjung menyukai sesama jenis setelah bahkan bisa mencari pasangan di tempatnya. Tempat Spa itu juga memberikan akses untuk laki-laki yang telah membawa pasangan.

Para pengunjung hanya perlu membayar Rp 165.000. Selain kamar dan fasilitas, mereka akan mendapatkan sex toy, kondom, dan pelumas.

Pihak pengelola mengaku tidak ada acara khusus untuk menarik pengunjung. Mereka hanya menyediakan fasilitas seperti kamar, alat kebugaran, dan kolam mandi bersama.

"Nggak ada (mengadakan) event," tuturnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Gay
  2. Spa Gay Di Harmoni
  3. LGBT
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini