Korban Tewas Kerusuhan Kalibata Bertambah 1, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Singgung Senjata Tajam

Kerusuhan di Kalibata pecah. Satu orang tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyebabnya permasalahan utang piutang sepeda motor.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Korban Tewas Kerusuhan Kalibata Bertambah 1, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Singgung Senjata Tajam
Korban Tewas Kerusuhan Kalibata Bertambah 1, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Singgung Senjata Tajam (Merdeka.com)

Dua orang debt colector yang sempat mengalami pengeroyokan pada Kamis (11/12) meninggal dunia, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit (RS). Keduanya diketahui berinisial A dan L yang diperkirakan keduanya berusia sekira 35 tahun.

"Untuk korban yang meninggal saat ini sedang di Rumah Sakit Kramatjati untuk proses selanjutnya. Dua-duanya, dua-duanya meninggal," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan di lokasi kejadian, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (12/12).

"Yang satu meninggal di rumah sakit, yang satu meninggal di TKP. Inisialnya A sama inisialnya L," sambungnya.

Selain itu, Mansur memastikan, korban meninggal dunia bukan akibat terkena senjata tajam ataupun tumpul.

"Kalau luka sajam, dari sajam enggak ada, benda tumpul enggak ada, itu hanya menggunakan tangan saja. Tangan kosong saja," tegasnya.

"Iya, murni pakai tangan kosong," pungkasnya.

Satu Tewas adalah Mata Elang

Polisi Soal Warung di TMP Kalibata Dibakar: Situasi Sudah Kondusif
Polisi Soal Warung di TMP Kalibata Dibakar: Situasi Sudah Kondusif X/byu

Sebelumnya, pengeroyokan dan perusakan terjadi di sekitar Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12) malam. Peristiwa itu menewaskan seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector alias mata elang.

Polisi mengungkap penyebab insiden berdarah tersebut soal utang sepeda motor. "Kami dari sore sampai malam hari ini menangani perkara berawal dari adanya, istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12).

Penyebab Kerusuhan

Nicolas mengungkap pemilik leasing hingga saat ini belum menerima uang sepeserpun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih. Sayangnya, diketahui dua orang yang bertugas menagih utang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia.

"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujar Nicolas.

Rekomendasi