Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menciptakan situasi aman. Hal ini disampaikan menjelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Malang. Upaya ini difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul.
Wahyu menjelaskan bahwa potensi kerawanan tersebut mencakup bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, sosialisasi dan penguatan koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah memastikan seluruh warga dan pengunjung merasa aman serta nyaman selama periode liburan.
Penguatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga kondusivitas Kota Malang. Dengan demikian, prosesi ibadah Natal dapat berjalan lancar dan wisatawan bisa menikmati waktu liburan akhir tahun. Berbagai langkah preventif telah disiapkan untuk menghadapi tantangan ini.
Advertisement
Advertisement
Kerawanan bencana alam menjadi isu strategis yang telah disiapkan strategi penanganannya secara matang. Wali Kota Wahyu Hidayat menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi banjir. Misalnya, pelaksanaan kerja bakti pembersihan sedimentasi pada drainase akibat penumpukan sampah telah digencarkan.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengintensifkan pengerukan sungai di berbagai titik. Langkah ini diambil menyusul peristiwa banjir yang sebelumnya melanda 39 lokasi di wilayah tersebut. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menjaga lingkungan dan keselamatan warga.
Untuk memperkuat respons cepat, Pemkot bersama Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah membuka posko tanggap bencana. Posko ini berlokasi strategis di Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing. Keberadaan posko ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam penanganan dampak kejadian bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat di semua tingkatan pemerintahan. Ia meminta seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan se-Kota Malang untuk memperkuat kerja sama dengan TNI, Polri, serta masyarakat. Sinergi ini krusial agar strategi pengamanan Nataru dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Diharapkan, dengan adanya **koordinasi lintas sektor Malang** yang solid, kondusivitas kota tetap terjaga selama momen Natal dan Tahun Baru. Hal ini akan memastikan kelancaran ibadah Natal dan kenyamanan bagi warga luar kota yang berlibur. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan juga diharapkan meningkat untuk mencegah bencana.
Selain bencana, potensi kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Wahyu menambahkan bahwa pola penanganan kemacetan yang berpotensi terjadi masih terus disiapkan secara cermat. Berbagai masukan telah diterima untuk menghadapi lonjakan kendaraan saat libur Nataru.
Advertisement
Sumber: AntaraNews