Aparat keamanan membubarkan aksi konvoi pelajar yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong) di jalur utama Jogja–Solo, Senin (4/5) malam.
Tim gabungan dipimpin Kabag SDM Polres Klaten mengamankan 12 pelajar saat melintas di ruas Jalan Jogonalan–Prambanan karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Selain mengamankan para pelajar, petugas juga menyita sejumlah kendaraan roda dua yang digunakan dalam konvoi. Sebagian di antaranya tidak dilengkapi nomor polisi dan menggunakan knalpot brong.
Aksi konvoi tersebut dinilai meresahkan masyarakat serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, petugas langsung melakukan pembubaran dan penindakan di lokasi untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Selanjutnya, para pelajar dibawa ke Mapolres Klaten untuk didata dan dimintai keterangan. Sementara kendaraan yang diamankan diserahkan ke Polsek Jogonalan sebagai barang bukti.
Orang tua masing-masing pelajar juga dipanggil untuk dilakukan pembinaan bersama.
Advertisement
Kasihumas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan, penindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di ruang publik.
“Kami mengamankan 12 pelajar yang melakukan konvoi menggunakan knalpot brong di jalur Jogonalan–Prambanan. Selain mengganggu ketertiban, kegiatan tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Suwoto, Selasa (5/5).
Dikatakan Suwoto, penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat penegakan hukum, namun juga pembinaan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya.
“Para pelajar dilakukan pendataan dan pembinaan dengan menghadirkan orang tua masing-masing. Harapannya, mereka memahami risiko dari tindakan tersebut dan tidak mengulangi di kemudian hari,” ucap Suwoto.
Pihaknya mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar aturan. Di antaranya termasuk penggunaan knalpot brong, balap liar, maupun konvoi yang mengganggu ketertiban umum.
"Keterlibatan orang tua dan lingkungan sekolah sangat penting dalam mengawasi aktivitas remaja agar tetap berada pada kegiatan yang positif," pungkasnya.